Baznas dan Kemenko PMK Teken MoU, Perkuat Sinergi Zakat untuk Kesejahteraan Keluarga

AKURAT.CO Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memperkuat sinergi pengelolaan zakat dalam mendukung pembangunan manusia dan kebudayaan.
Penandatanganan ini dilakukan dalam acara KolaborAKSI: Keluarga untuk Indonesia yang diselenggarakan oleh Kemenko PMK.
Dalam kesempatan yang sama, Baznas juga menyalurkan bantuan permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari kalangan keluarga prasejahtera.
Ketua Baznas RI, Noor Achmad, menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki nilai strategis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama perempuan dan anak, melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
“Ini sangat penting, terutama dalam mengaitkan potensi ZIS dengan penguatan peran perempuan dan perlindungan anak,” ujar Noor Achmad.
Ia menambahkan, permasalahan sosial seperti ketimpangan gender dan kerentanan anak tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah.
Diperlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk dengan memaksimalkan kekuatan dana ZIS dari masyarakat.
Baca Juga: DPR Dorong Pemerintah Maksimalkan Libur Sekolah untuk Genjot Ekonomi
“Dana zakat adalah dana ilahiah. Jika digunakan untuk kepentingan umat, misalnya dalam program-program ketahanan keluarga bersama Kemenko PMK, maka keberkahannya bisa sangat luar biasa,” ujarnya.
Noor Achmad juga menekankan komitmen Baznas untuk memperluas jangkauan bantuan kepada kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak, dengan memaksimalkan pengumpulan zakat.
“Kami bersyukur dilibatkan dalam program ini. Baznas siap mengabdikan seluruh potensinya untuk kesejahteraan keluarga Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, menyambut baik kolaborasi ini dan menyebutnya sebagai langkah strategis dalam peringatan Hari Keluarga Nasional.
“Kita butuh kerja bersama lintas sektor. Dengan kolaborasi seperti ini, kita bisa membangun perempuan yang berdaya, anak yang terlindungi, menuju Indonesia Emas 2045,” ucap Arifatul.
Hal senada disampaikan Wakil Menteri Kemendagri Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sekaligus perwakilan BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.
Ia menekankan pentingnya membangun karakter generasi muda sejak dini sebagai fondasi menuju Indonesia Emas.
“Keluarga adalah lini depan peradaban. Tanpa keluarga yang kuat, mustahil kita bisa mencetak SDM unggul. Kolaborasi ini jangan berhenti di simbolik, tapi harus menjadi gerakan nasional dari pusat hingga akar rumput,” kata Isyana.
Program KolaborAKSI: Keluarga untuk Indonesia diharapkan menjadi langkah awal lahirnya gerakan kolaboratif yang berkelanjutan, dengan keluarga sebagai pusat perubahan sosial menuju Indonesia yang lebih sejahtera dan inklusif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









