Akurat
Pemprov Sumsel

Polri Gandeng FBI Usut Ancaman Bom di Pesawat Saudia Airlines Pembawa Jemaah Haji

Paskalis Rubedanto | 21 Juni 2025, 18:16 WIB
Polri Gandeng FBI Usut Ancaman Bom di Pesawat Saudia Airlines Pembawa Jemaah Haji

AKURAT.CO Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bekerja sama dengan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI), untuk menyelidiki surat elektronik atau e-mail berisi ancaman bom terhadap maskapai Saudia Airlines, dengan nomor penerbangan SV-5276 yang membawa rombongan jemaah haji asal Indonesia.

"Ya, kami tentunya bekerja sama dengan FBI," ujar Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo kepada wartawan di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (21/6/2025).

Saat ini, Polri masih mendalami dari mana asal e-mail tersebut dikirim dan apakah tindak pidana tersebut berada dalam yurisdiksi hukum Indonesia atau di luar negeri.

Baca Juga: DPR Desak Polri Tindak Tegas Pelaku Ancaman Bom Pesawat Saudia Airlines

"Ini masuk wilayah hukum Indonesia, ataukah masih luar. Itu semuanya sedang kami lakukan pendalaman lebih lanjut," jelasnya.

Sebelumnya, penerbangan SV-5276 tujuan Jeddah sempat tertunda akibat adanya laporan ancaman bom. Tim keamanan Bandara Soekarno-Hatta bersama otoritas penerbangan dan kepolisian, segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pesawat dan seluruh penumpang. Setelah dipastikan aman, penerbangan dilanjutkan.

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam merespons ancaman bom terhadap pesawat Saudia Airlines yang mengangkut jemaah haji Indonesia. 

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu, kepolisian telah menunjukkan kerja sigap dalam situasi darurat.

"Itu kan bahaya sekali ya, makanya Bareskrim sudah turun tangan. Kita apresiasi kecepatan Polri merespons tersebut dalam konteks emergensinya. Saya lihat kemarin teman-teman Brimob sangat cekatan, langsung dicek semua detil," ujar Habiburokhman kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/6/2025).

Baca Juga: Ancaman Bom di Pesawat Ganggu Penerbangan Jemaah Haji Indonesia

Dia juga mengungkapkan, aparat kepolisian telah berhasil mengidentifikasi pelaku pengirim ancaman.

"Lalu juga tindak lanjutnya Bareskrim, saya dengar sudah langsung terdeteksi pelakunya, kalau enggak salah dari India. Tapi kan tentu kita punya hubungan kerja sama dengan Interpol untuk ditindaklanjuti maksimal, jadi enggak bisa dianggap remeh," katanya.

Meskipun ancaman tersebut terbukti palsu, perbuatan itu tetap masuk dalam kategori aksi terorisme dan harus ditindak secara hukum.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.