Brasil Ancam Gugat Indonesia Atas Kasus Juliana, Pemerintah Diminta Bertindak Sesuai Prosedur

AKURAT.CO Ketua DPR, Puan Maharani, menanggapi isu yang berkembang terkait ancaman gugatan yang dilayangkan oleh Brazil kepada Indonesia, terkait dengan meninggalnya Juliana Marins di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Diketahui, Brasil berencana menempuh jalur hukum jika hasil autopsi lanjutan mendiang Juliana Marins menunjukkan ada kelalaian, yang menyebabkan perempuan 26 tahun itu meninggal dunia.
Marins meninggal dunia usai terjatuh saat mendaki pada 21 Juni lalu, dan baru berhasil dievaluasi oleh Tim SAR setelah 4 hari karena banyaknya kendala.
Baca Juga: DPR Minta Evaluasi Usai Warga Brasil Protes Kematian Pendaki di Rinjani
Advokat HAM dari Kantor Federal Pembela Publik Brasil (Federal Public Defender's Office/DPU), Taisa Bittencourt, menuturkan otoritas Brasil tengah melakukan autopsi ulang kepada Marins setelah mendapat permintaan dari pihak keluarga.
Hasil autopsi ini disebut akan menentukan apakah otoritas Brasil akan mengajukan penyelidikan internasional atas kematian Marins atau tidak.
Gunung Rinjani sendiri merupakan salah satu ikon pariwisata alam Indonesia yang mendunia, dan menarik ribuan pendaki setiap tahunnya. Namun, dengan medan yang menantang dan cuaca yang cepat berubah, kesiapan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan.
Dengan jalur gunung yang cukup menantang, Puan mengingatkan profesionalisme pemandu, kesiapan tim evakuasi, dan sistem koordinasi yang efektif perlu ditingkatkan. Menurutnya, hal itu dapat memastikan pencarian dan penyelamatan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
"Keluarga korban dan publik berhak mendapatkan penjelasan yang jelas dan akuntabel, agar tidak menimbulkan spekulasi yang merugikan citra pariwisata Indonesia di mata dunia internasional," kata Puan, Jumat (4/7/2025).
Puan juga meminta pemerintah melalui Kementerian Pariwisata, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, serta Pemda NTB memperkuat standar operasional prosedur (SOP) serta meningkatkan pelatihan pemandu dan petugas SAR.
Selain itu, ketersediaan alat dan teknologi yang mendukung evakuasi di kawasan pegunungan juga perlu disediakan. Hal ini bukan hanya demi melindungi nyawa manusia, tetapi juga menjaga reputasi Indonesia sebagai destinasi wisata alam yang profesional dan aman.
Baca Juga: Tragedi Pendaki Brasil di Rinjani Jadi Alarm Perbaikan Sistem Wisata Alam Nasional
"Keselamatan wisatawan, terlebih mereka yang datang dari luar negeri, bukanlah sekadar slogan yang bisa dipakai sebagai jargon semata. Ini adalah tanggung jawab nyata yang harus dijaga dengan dukungan sumber daya manusia terlatih, fasilitas memadai, serta protokol yang kuat dan transparan," tegasnya.
Terkait kans gugatan Brasil kepada Indonesia, Puan akan meminta kepada pemerintah untuk mengambil langkah-langkah yang dapat ditindaklanjuti, sesuai dengan prosedur yang berlaku.
"Karena itu merupakan ranah eksekutif, kami akan mendorong pemerintah untuk melakukan tindakan yang perlu dalam menyikapi permasalahan ini," tutup Puan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









