Dewan Pers Jajaki Kerja Sama dengan HEC Montreal, Dorong Jurnalis RI Ikut Global Media Peace Awards

AKURAT.CO Dewan Pers tengah menjajaki kerja sama strategis dengan Executive Education HEC Montreal, sekolah bisnis publik yang berbasis di Montreal, Kanada.
Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat kompetensi jurnalis Indonesia melalui berbagai program pengembangan kapasitas, seperti pelatihan, seminar, lokakarya, serta partisipasi dalam penghargaan media berskala internasional.
Sebagai langkah awal, HEC Montréal mengundang media Indonesia untuk berpartisipasi dalam ajang Global Media Peace Awards 2025, yang diselenggarakan bersama Pale Bleu Dot Foundation, organisasi non-profit asal Jepang.
Penghargaan ini kini memasuki tahun kedua dengan mengangkat tema “Pencegahan Konflik dan Resolusi Konflik”, merespons maraknya konflik di Asia, Eropa, dan Afrika.
“Award ini merupakan upaya mendukung pembangunan perdamaian global. Kami mengundang penyiar radio, televisi, pakar media digital, serta masyarakat sipil untuk menunjukkan kontribusi mereka dalam mencegah dan menyelesaikan konflik melalui kisah-kisah lokal, regional, hingga internasional,” ujar Dr. Javad Mottaghi, mewakili HEC Montréal dan United Nations University (UNU), saat berkunjung ke kantor Dewan Pers.
Baca Juga: Ramalan Shio 22 Juli 2025: Siapa yang Beruntung di Tengah Tantangan?
Ketua Komisi Kemitraan, Hubungan Antar Lembaga dan Infrastruktur Dewan Pers, Rosarita Niken Widiastuti, mengatakan, Dewan Pers menyambut baik dan sangat mendukung inisiatif penghargaan internasional ini sebagai upaya konkret untuk memajukan pembangunan perdamaian global, serta mengapresiasi visi yang melibatkan beragam pihak dari media hingga warga negara.
"Kami melihat ini sebagai kesempatan emas bagi insan pers dan media di Indonesia untuk menunjukkan peran di fora internasional dalam pencegahan dan resolusi konflik, dan oleh karena itu, kami mendorong seluruh jurnalis dan pegiat media untuk mengikuti ajang kompetisi penghargaan internasional karya jurnalistik melalui kisah-kisah inspiratif mereka demi mewujudkan dunia yang lebih damai," Kata Niken.
Global Media Peace Awards terbuka bagi karya jurnalistik dari media radio, televisi, dan digital, serta partisipasi individu. Penjurian dilakukan oleh para tokoh dari berbagai organisasi penyiaran dunia.
Peserta dapat mengirimkan karya dalam format MP3, MP4, atau WAV dengan durasi antara 1 hingga 52 menit.
Karya harus diproduksi dalam rentang waktu Januari 2024 hingga Agustus 2025 dan dikirimkan melalui WeTransfer atau metode serupa ke email: [email protected], paling lambat 31 Agustus 2025.
Baca Juga: Piala AFF U-23: Bersiap Semifinal, Gerald Vanenburg Bakal Nonton Langsung Laga Thailand dan Vietnam
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








