Pengibaran Bendera One Piece Bentuk Ekspresi Masyarakat, Pemerintah Diminta Tak Terlalu Reaktif

AKURAT.CO Aksi masyarakat mengibarkan bendera bajak laut 'Topi Jerami' dari anime One Piece, menimbulkan berbagai tanggapan dari banyak pihak. Sebab aksi ini dilakukan menjelang HUT RI, sehingga menimbulkan beragam spekulasi.
Pengamat Sosial Universitas Indonesia (UI), Rissalwan Habdy Lubis, menekankan aksi ini hanya menunjukan ekspresi dari demokrasi yang dilakukan warga negara. Hal ini juga dapat diartikan sebagai kode terhadap pemerintah bahwa ada hal yang harus diperbaiki.
"Itu sah-sah saja dalam konteks demokrasi ekspresi dari warga negara pada ketidaksetujuan pada simbol-simbol menunjukkan bahwa ada hal yang harus diperbaiki dari pemerintah saya kira begitu Jadi jangan terlalu cepat juga," ujarnya saat dihubungi Akurat.co, Jumat (1/8/2025).
Baca Juga: Bendera One Piece Gantikan Merah Putih, Pengamat: Ini Ancaman Identitas Nasional!
Menurutnya, bendera One Piece tidak bisa direpresentasikan sebagai Bendera Merah Putih. Selain itu, pemerintah seyogyanya tidak cepat menyimpulkan dan dikaitkan dengan nilai kebangsaan.
"Jangan terlalu cepat juga menyimpulkan bahwa melemahkan nilai kolektif kebangsaan toh bendera merah putihnya tetap dikibarkan. Ini tentunya menjadi fenomena yang menarik," kata dia.
Dia menjelaskan, bentuk kritik dengan simbol tertentu juga pernah dilakukan di negara lain dengan menggunakan topeng guy fawkes atau topeng for Vendetta dalam menyampaikan aspirasinya. Hal ini menjadi bentuk ekspresi dalam penyampaian pendapat.
"Enggak ada yang salah jadi pelarangan pengibaran bendera One Piece justru menunjukkan ketidak pekaan terhadap hal-hal yang terjadi di tengah masyarakat," ucapnya.
Dia pun mendorong pemerintah untuk merespon dengan positif tanpa memandang hal tersebut sebagai bentuk anti nasionalis. "Pemerintah jangan reaktif merespon sesuatu, sebaiknya direspon positif. Karena Bendera Merah Putih tidak digantikan," tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menanggapi maraknya fenomena pengibaran bendera Topi Jerami dari anime One Piece di sejumlah wilayah, menjelang peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.
Baca Juga: Bendera One Piece Dikibarkan Jelang 17 Agustus: Simbol Protes atau Upaya Delegitimasi?
Menurutnya, hal itu tidak bisa dipandang sekadar sebagai lelucon atau tren budaya pop, tetapi berpotensi menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar untuk mengganggu persatuan nasional.
"Kita juga mendeteksi dan dapat masukan dari lembaga-lembaga pengamanan bahwa memang ada upaya-upaya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," ujar Dasco kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/7/2025).
Dia mengingatkan, situasi kebangsaan saat ini harus dijaga dengan penuh kewaspadaan. Menurutnya, apa yang terjadi bukan sekadar aksi iseng, melainkan bagian dari gerakan sistematis yang patut diwaspadai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






