Akurat
Pemprov Sumsel

Tingkatkan Semangat Nasionalisme, Pemerintah Wajib Gencarkan Literasi Kebangsaan

Ahada Ramadhana | 4 Agustus 2025, 11:35 WIB
Tingkatkan Semangat Nasionalisme, Pemerintah Wajib Gencarkan Literasi Kebangsaan

AKURAT.CO Pemerintah diminta dapat lebih aktif menggencarkan literasi mengenai makna simbol, sejarah dan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat.

Untuk itu, Anggota Komisi XI DPR, Anna Mu'awanah, mendorong peran tokoh agama, budaya dan komunitas pemuda menjadi garda depan dalam menjaga semangat nasionalisme yang sehat dan cerdas dengan literasi.

"Literasi kebangsaan tidak boleh ditinggalkan. Kecintaan terhadap negara tidak cukup hanya dinyatakan tapi juga ditanamkan dan dijaga dalam setiap ekspresi sosial," kata Anna, melalui keterangannya, Senin (4/8/2025).

Baca Juga: Dorong Literasi Holistik Anak Indonesia, CIA Fest 2025 Usung Tema 'Suara Anak untuk Alam'

Dia menyayangkan maraknya aksi pengibaran bendera One Piece oleh masyarakat, terlebih di bulan kemerdekaan RI.

Aksi itu dinilai dapat menimbulkan potensi pergeseran nilai-nilai kebangsaan yang seharusnya dijaga dengan penuh kesadaran sejarah.

"Pengibaran bendera One Piece ini memang tidak secara jelas menunjukkan tujuan politik tapi kita tidak bisa menutup mata bahwa simbol ini memiliki sejarah dan konotasi kurang baik di beberapa negara. Apalagi dilakukan di bulan sakral kelahiran Republik Indonesia," ujar Anna.

Baca Juga: Perkuat Literasi Syariah dan Layanan Jemaah Haji, BPKH dan MUI Luncurkan Buku Himpunan Fatwa Haji

"Jadi, sebaiknya kita tidak mengibarkan bendera one piece. Kibarkan bendera tercinta kita saja, Bendera Merah Putih," katanya menambahkan.

Menurut Anna, semangat kemerdekaan seharusnya menjadi momentum memperkuat identitas dan kedaulatan bangsa. Bukan justru membuka ruang bagi simbol-simbol asing yang belum tentu sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan.

"Saya khawatir jika kita abai, hal seperti ini bisa mengikis kepekaan generasi muda terhadap simbol-simbol perjuangan dan jati diri bangsa," katanya.

Baca Juga: Sun Life dan Bank Muamalat Gelar Bancassurance Week 2025, Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Anna meminta masyarakat tidak meremehkan aksi-aksi semacam ini, sekalipun terlihat seperti bentuk ekspresi budaya pop.

"Maka, jangan sampai atas nama kebebasan berekspresi, kita kehilangan pijakan historis dan identitas nasional," ujarnya.

Anna menegaskan bahwa semangat cinta Tanah Air selama ini terus dijaga dan ditunjukkan oleh lembaga negara, termasuk DPR.

Baca Juga: Dukung Literasi Digital Remaja, TikTok Gandeng Sekolah dan Komunitas Orang Tua

Salah satu contohnya, setiap pukul 10 pagi, seluruh anggota dan pegawai DPR wajib berdiri dan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan penguatan identitas nasional.

"Budaya seperti inilah yang seharusnya diperkuat dan diteladani. Bukan justru memberi ruang pada simbol-simbol asing yang bisa menggerus semangat nasionalisme kita," jelasnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK