Akurat
Pemprov Sumsel

Pesan Sekjen DPR di Momentum HUT RI: ASN Parlemen Harus Gotong Royong, Hapus Ego Pribadi

Mukodah | 20 Agustus 2025, 07:34 WIB
Pesan Sekjen DPR di Momentum HUT RI: ASN Parlemen Harus Gotong Royong, Hapus Ego Pribadi

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal DPR, Indra Iskandar, menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali semangat pengabdian dan pengorbanan bagi kepentingan bangsa.

Pernyataan itu disampaikannya saat berpidato dalam upacara memperingati HUT RI di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Minggu (17/8/2025).

"Peringatan kemerdekaan bukan hanya momentum historis tetapi pengingat akan tanggung jawab untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata," ujar Indra di hadapan ratusan pegawai parlemen yang mengikuti upacara.

Baca Juga: DPR Tepis Isu Liar Soal Masa Jabatan Presiden Diperpanjang Jadi 8 Tahun

Baginya, 80 tahun perjalanan bangsa Indonesia bukanlah waktu yang singkat. Di balik kemerdekaan ada pengorbanan panjang dari para pahlawan dan rakyat.

Sebab itu, pesan kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja, kolaborasi dan penguatan solidaritas di setiap lapisan, khususnya di lembaga legislatif sebagai representasi rakyat.

Tahun ini, peringatan kemerdekaan mengusung tema Bersatu, Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju.

Baca Juga: DPR Bantah Tunjangan Rumah Rp100 Juta: Rp52 Juta Termasuk Pembantu dan Supir

Menurut Indra, tema ini bermakna yang sangat relevan dengan tugas sehari-hari para aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di lingkungan DPR.

"Kemajuan bangsa hanya dapat dicapai jika kita mampu bersatu, menegakkan kedaulatan dan menjadikan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama setiap kebijakan," tuturnya.

Indra pun turut mengutip pesan Soekarno. Kutipan Sang Proklamator ini, jelasnya, bukan sekadar retorika melainkan panggilan jiwa yang harus menyala dalam semangat pelayanan dan pengorbanan.

Baca Juga: Komisi III DPR Lanjutkan Pembahasan KUHAP hingga Uji Kelayakan Calon Hakim Agung

"Saya ingin mengutip beberapa kata yang pernah diucapkan oleh Bung Karno. Api perjuangan yang tak boleh padam di tengah kenyamanan, mengingatkan bahwa semangat pengabdian harus terus dijaga," katanya.

Lebih jauh, Indra menekankan kemerdekaan dan kemajuan tidak lahir dari perjuangan individual.

Dalam konteks itu, gotong royong menjadi pondasi utama yang harus terus dirawat, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang berpotensi menimbulkan sekat-sekat sektoral.

Baca Juga: Pemerintah Serahkan 700 DIM Revisi UU Haji dan Umrah ke DPR

Gotong royong bukan hanya slogan, namun soal nilai luhur Nusantara yang menjunjung tinggi solidaritas, empati dan kebersamaan.

Indra menekankan semangat ini harus tercermin di lingkungan parlemen melalui kolaborasi antarpihak, saling mendukung antarunit dan menghapus silo (ego) antarbidang.

Tidak hanya gotong royong, Indra menyampaikan prinsip Bhineka Tunggal Ika juga harus ditanamkan di tengah kompleksitas keberagaman suku, agama, budaya dan bahasa.

Baca Juga: Rincian Gaji dan Tunjangan DPR RI Terbaru: Benarkah Naik Rp3 Juta per Hari? Cek Faktanya di Sini!

Oleh karena itu, dia meminta agar seluruh ASN DPR konsisten menjadi penjaga keberagaman dan perekat bangsa.

"ASN harus menjadi penjaga keberagaman. Melindungi kohesi sosial, memersambung bangsa, bukan sebaliknya," katanya.

Indra mengajak seluruh aparatur untuk menjadikan etos kerja ASN Berakhlak sebagai kompas moral dan profesionalitas dalam melaksanakan tugas.

Baca Juga: Komisi XI DPR: Keberhasilan Ekonomi Bukan Soal Angka, Tapi Perubahan Nyata di Dompet Rakyat

Baginya, hanya ASN yang berintegritas, profesional dan berjiwa kebangsaan yang bisa membuat Indonesia menjadi negara maju dan berdaulat.

"Semoga kita selalu diberi kekuatan untuk meneruskan cita-cita perjuangan para founding fathers dalam mewujudkan masyarakat sejahtera dan berkeadilan melalui Dharma Bakti di lembaga legislatif tercinta ini," tandas Indra.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK