AKURAT.CO Ketua Umum Majelis Sinode Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB), Pdt. Drs. Paulus Kariso Rumambi, M.Si, menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi kebangsaan akhir-akhir ini, di mana gelombang unjuk rasa di berbagai daerah bahkan menelan korban jiwa.
Menurutnya, aksi demonstrasi yang merebak merupakan ungkapan kekecewaan rakyat atas kondisi ekonomi yang semakin berat, mulai dari naiknya harga kebutuhan pokok, menurunnya penghasilan, hingga sulitnya lapangan pekerjaan.
“Di tengah beban rakyat yang makin berat, keputusan-keputusan politik justru menimbulkan kesan kurangnya kepekaan dari para pemimpin, termasuk DPR. Hal ini semakin memperlebar jurang antara aspirasi rakyat dan sikap elit politik,” ujar Rumambi di Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Ia menegaskan, suara rakyat melalui demonstrasi adalah bagian dari dinamika demokrasi yang harus dihargai dan ditanggapi secara bijak, bukan dengan tindakan represif yang menimbulkan korban.
“Tugas gereja adalah menghadirkan damai sejahtera Allah di tengah masyarakat, sekaligus mengingatkan bahwa kekuasaan adalah amanah yang harus dijalankan dengan rendah hati, adil, dan berpihak pada kehidupan bersama,” ucapnya.
Dalam pernyataannya, Majelis Sinode GPIB menyampaikan lima seruan penting:
Baca Juga: PB HMI Gelar Sholat Ghaib untuk Affan Kurniawan
-
Mengungkapkan duka cita dan keprihatinan atas jatuhnya korban jiwa dalam aksi demonstrasi, serta mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberi kekuatan dan penghiburan.
-
Mengajak pemerintah dan DPR untuk lebih mendengar suara rakyat serta menunjukkan kepekaan moral dalam setiap kebijakan agar benar-benar meringankan beban rakyat.
-
Mendorong aparat keamanan agar bertindak humanis, dialogis, dan berorientasi pada kasih serta perdamaian. Peristiwa yang terjadi hendaknya menjadi momentum pembenahan menyeluruh dalam tubuh kepolisian.
-
Mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan dinamika ini sebagai peluang memperbaiki arah demokrasi Indonesia yang sejati, yakni menghargai martabat manusia dan menegakkan keadilan sosial.
-
Menegaskan panggilan gereja dan lembaga agama untuk berdiri di sisi rakyat yang lemah, menyuarakan kebenaran dalam kasih, dan mendorong kehidupan bersama yang ditandai perdamaian serta kesejahteraan.
Rumambi menegaskan, bangsa Indonesia memiliki potensi besar untuk bangkit dari kesulitan, asalkan seluruh komponen bangsa, pemerintah, DPR, aparat, masyarakat sipil, hingga lembaga agama, mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Baca Juga: GMNI Desak MKD Pecat Ahmad Sahroni dari DPR RI
“Kiranya Allah, Sang Sumber Kehidupan, menolong bangsa ini menapaki jalan kebenaran, keadilan, dan kasih, sehingga Indonesia dapat melangkah menuju masa depan yang lebih damai, adil, dan sejahtera bagi seluruh rakyat,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










