Akurat
Pemprov Sumsel

BGN: Makanan Ultra Proses Tak Sepenuhnya Dilarang dalam Program MBG

Paskalis Rubedanto | 1 Oktober 2025, 20:12 WIB
BGN: Makanan Ultra Proses Tak Sepenuhnya Dilarang dalam Program MBG

AKURAT.CO Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan produk Ultra Processed Foods (UPF) tidak sepenuhnya dilarang dalam program Makan Bergizi (MBG). 

Sebab, perkembangan teknologi pangan justru menghadirkan inovasi untuk menjaga kualitas dan keamanan konsumsi masyarakat.

Di mana UPF umumnya merupakan makanan atau minuman, yang dibuat lewat proses industri dengan banyak tahapan dan tambahan bahan seperti gula, garam, minyak, lemak tambahan, pewarna, pengawet, pemanis buatan, perasa buatan.

Baca Juga: IFSR Luncurkan Trisula Pemantauan MBG, dari Website Review hingga Pemanfaatan CCTV AI

"Terkait dengan produk ultra high processing, ini adalah perjalanan panjang science food technology. Produk tersebut diciptakan untuk memastikan makanan yang higienis dan aman," kata Dadan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Dia menjelaskan, meski ada kritik bahwa banyak produk UPF mengandung gula tinggi, tidak semua produk dalam kategori tersebut membahayakan. Contohnya, susu UHT dengan varian rasa plain yang tidak mengandung gula.

"Kalau kita menggunakan produk UHP seperti susu UHT dengan plain rasanya, saya kira tidak akan membatasi itu. Karena ketika ingin deliver susu yang paling aman, produk UHT adalah yang terbaik," jelasnya.

Menjawab pertanyaan Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, terkait komitmen pemerintah untuk tidak menggunakan produk ultra processed dalam MBG, Dadan menegaskan akan tetap selektif.

Baca Juga: Menkes Beberkan Penyebab Keracunan MBG: Bakteri, Virus hingga Zat Kimia Berbahaya

"Untuk produk yang banyak mengandung gula kita akan hindarkan. Tetapi untuk produk yang dapat diterima seperti susu UHT plain, saya kira tidak membatasi itu. Kami tentu saja akan mengutamakan produk UMKM, terutama bila diproduksi secara higienis," ujarnya.

Dadan menambahkan, produk olahan hasil perkembangan teknologi pangan perlu diapresiasi karena menciptakan standar higienis dan keamanan pangan yang lebih baik. 

"Ini adalah bagian dari sinergi antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat untuk pangan sehat," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.