Kementerian PPPA Beri Pendampingan Psikologis untuk Anak Korban Runtuhnya Pesantren Al Khoziny

AKURAT.CO Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) konsisten dalam memenuhi hak atas anak yang menjadi korban runtuhnya bangunan mushola Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Plt Deputi BIdang Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA, Ratna Susianawati, pihaknya bergerak cepat dalam proses pemulihan kepada korban anak yang sempat mengalami perawatan. Seperti memberikan pendampingan psikologis untuk korban dan keluarganya.
Dia menjelaskan, Kementerian PPPA terus berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di daerah Sidoarjo, Jawa Timur dalam memberikan pendampingan kepada korban.
Baca Juga: Nama dan Asal Santri yang Wafat Akibat Robohnya Bangunan Pesantren Al Khoziny Sidoarjo Jawa Timur
"Karena fokus kejadian di Sidoharjo kami berkomunikasi untuk memastikan hak- hak anak terpenuhi," kata Ratna, di Jakarta, dikutip Kamis (2/10/2025).
Sebelumnya, bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo ambruk ketika tengah dicor Senin (29/9/2025). Saat kejadian, seratus santri lebih tengah Salat Ashar berjamaah di lantai dasar bangunan tersebut.
Laporan sementara, tidak kurang 140 santri ada dalam bangunan saat peristiwa tersebut. Sebanyak 102 santri berhasil menyelamatkan diri dan dievakuasi, namun 3 di antaranya meninggal dan puluhan masih terjebak di reruntuhan hingga kini.
"Santri yang meninggal dunia sebanyak tiga orang," kata Khofifah kepada awak media di Surabaya, Selasa, (30/9/2025).
Baca Juga: Kesaksian Santri: Detik-detik Bangunan Pesantren Al Khoziny Sidoarjo Roboh
Khofifah mengatakan proses evakuasi masih berlangsung. Puluhan ambulans disiagakan jika ada korban yang berhasil dievakuasi. Sebab, diperkirakan masih ada puluhan korban di dalam reruntuhan gedung.
Evakuasi tidak menggunakan eskavator sementara waktu karena kondisi reruntuhan bangunan saat ini belum memungkinkan menggunakan ekskavator. Petugas terus memberikan layanan kepada mereka yang masih bisa berkomunikasi di bawah reruntuhan.
"Termasuk memberikan oksigen dan air sehingga ada ketahanan tubuh juga deteksi monitor peralatan yang disiapkan," kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








