Akurat
Pemprov Sumsel

Berawal dari Sidak Dedi Mulyadi, Aqua Dituduh Bohongi Konsumen Soal Air dari Pegunungan, Ini Klarifikasinya!

Citra Puspitaningrum | 22 Oktober 2025, 18:45 WIB
Berawal dari Sidak Dedi Mulyadi, Aqua Dituduh Bohongi Konsumen Soal Air dari Pegunungan, Ini Klarifikasinya!

AKURAT.CO Danone Indonesia memberikan klarifikasi terkait tayangan inspeksi mendadak (sidak) Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ke pabrik AQUA di Jawa Barat.

Dalam tayangan yang diunggah di akun Youtubenya, Dedi Mulyadi mengaku terkejut saat mengetahui bahwa sumber air AQUA berasal dari sumur bor, bukan dari air permukaan seperti air sungai atau pegunungan. 

Dalam keterangan tertulisnya, Danone menegaskan bahwa sumber air yang digunakan bukan berasal dari permukaan atau sungai, melainkan dari akuifer dalam yang terlindungi secara alami.

Baca Juga: Sidak ke Pabrik Aqua, Dedi Mulyadi Kaget Sumber Air dari Sumur Bor

"Air AQUA berasal dari 19 sumber air pegunungan yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap sumber air dipilih melalui proses seleksi ketat yang melibatkan 9 kriteria ilmiah, 5 tahapan evaluasi, dan minimal 1 tahun penelitian," demikian keterangan resmi Danone, Rabu (22/10/2025). 

Danone menyebut, akuifer tersebut berada di kedalaman 60 hingga 140 meter, terlindungi lapisan kedap air sehingga bebas dari kontaminasi aktivitas manusia. "Sebagian sumber air kami bersifat self-flowing atau mengalir alami dari perut bumi," tambahnya.

Perusahaan juga menegaskan seluruh proses penentuan titik sumber air selalu disertai kajian dampak lingkungan dan sosial. Hasil studi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Padjadjaran (Unpad), disebut Danone, memastikan bahwa sumber air AQUA tidak bersinggungan dengan air yang digunakan masyarakat sekitar.

Jadi benarkah AQUA menggunakan air dari sumur bor biasa? Dari website resmi perusahaan itu didapatkan jawaban bahwa Aqua menggunakan air dari akuifer dalam yang merupakan bagian dari sistem hidrogeologi pegunungan.

"Air ini terlindungi secara alami dan telah melalui proses seleksi serta kajian ilmiah oleh para ahli dari UGM dan Unpad. Sebagian titik sumber juga bersifat self-flowing (mengalir alami),” terang AQUA dalam klarifikasi resmi di website mereka.

Air yang digunakan AQUA diklaim berasal dari lapisan dalam yang tidak bersinggungan dengan air permukaan yang digunakan masyarakat. Proses pengambilan air dilakukan sesuai izin pemerintah dan diawasi secara berkala oleh pemerintah daerah dan pusat melalui Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

AQUA juga mengklaim memiliki Kebijakan Perlindungan Air Tanah Dalam (Ground Water Resources Policy), yang mengatur bahwa pengelolaan sumber daya air harus menjamin kemurnian dan kualitas sumber air, menjaga kelestarian sumber daya airnya, berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di wilayah operasional serta melindungi dan turut mempromosikan adat dan cagar budaya di sekitar wilayah operasionalnya.

Terkait kekhawatiran eksploitasi air tanah dalam bisa menyebabkan longsor atau pergeseran tanah, berdasarkan kajian bersama UGM, AQUA menyatakan pengambilan air dilakukan secara hati-hati dan tidak menyebabkan pergeseran tanah atau longsor.

Dengan penjelasan ini, Danone berharap publik memahami bahwa seluruh sumber air AQUA dikelola dengan prinsip keberlanjutan dan perlindungan lingkungan. Namun, di tengah derasnya arus komentar warganet, publik masih menunggu langkah lanjutan Gubernur Dedi Mulyadi, usai sidak yang memicu kehebohan ini.

Baca Juga: Di Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, AQUA Kobarkan Semangat Timnas Lewat Digital Art Kolaborasi Seniman Tanah Air

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu fasilitas produksi air minum dalam kemasan, Aqua, di wilayah Jawa Barat.

Dengan gaya khasnya yang lugas dan kritis, pria yang akrab dipanggil Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini melontarkan serangkaian pertanyaan tajam kepada petugas di lokasi.

"Ini bangunan apa?," tanya KDM membuka dialog.

Petugas dengan tenang menjawab, "Untuk produksi, Pak,".

Belum puas, KDM kembali mengajukan pertanyaan lanjutan. "Air Aqua ini dari mana asalnya? Dari sungai," ujarnya.

"Airnya dari bawah tanah, Pak," jawab petugas singkat.

KDM yang dikenal sebagai sosok yang peduli pada lingkungan tampak heran mendengar jawaban itu. Dia kembali menegaskan, "Sumber airnya dari mana persisnya?,".

"Dari bawah, Pak. Dibor," sahut petugas.

Mendengar penjelasan itu, ekspresi KDM berubah serius. Dia pun mempertanyakan dampak lingkungan dari kegiatan pengeboran air tanah dalam tersebut.

"Kalau airnya diambil dari bawah terus, apa tidak berpengaruh pada pergeseran tanah?," tanya KDM dengan tegas.

Petugas yang ditanya hanya terdiam, tak mampu memberikan jawaban pasti. Sidak Kang Dedi ini kembali menyoroti persoalan klasik, tentang eksploitasi sumber air tanah oleh industri besar. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.