Bahasa Indonesia Diakui di UNESCO, Bukti Diplomasi RI Makin Diakui Dunia

AKURAT.CO Pengakuan internasional terhadap Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di UNESCO dan penggunaannya di puluhan negara, merupakan momentum strategis bagi bangsa.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menilai hal ini menunjukan meningkatnya capaian Indonesia di panggung global, serta bukti diplomasi budaya Indonesia semakin diakui dunia.
"Bahasa Indonesia kini menjadi instrumen soft power yang strategis. Hal ini membuka peluang diplomasi yang berbasis budaya serta memperkuat posisi tawar Indonesia di forum internasional dan negara-negara dunia," kata Lalu, Jumat (24/10/2025).
Baca Juga: Prabowo Ingin Bahasa Portugis Diajarkan di Sekolah, Komisi X DPR Minta Perencanaan Matang
Karena itu, dia mendorong agar pencapaian ini tidak terhenti sampai seremoni. Namun memiliki standar dan kredibilitas dalam implementasinya. Di saat yang sama, kemampuan literasi masyarakat di dalam negeri juga harus terus ditingkatkan agar kualitas bahasa kita benar-benar diakui.
"Yang lebih penting adalah memastikan pengajaran Bahasa Indonesia di luar negeri memiliki standar yang kuat dan kredibel," kata dia.
Dia menjelaskan, Bahasa Indonesia yang mendunia juga membuka pintu masuk bagi kerja sama ekonomi, pendidikan, dan pariwisata. Negara-negara yang mempelajari Bahasa Indonesia, cenderung melihat potensi kemitraan strategis di berbagai sektor.
"Inilah nilai tambah dari diplomasi budaya. Bahasa bisa menjadi jembatan ekonomi dan mempererat hubungan antarbangsa," ungkapnya.
Dia menegaskan, bahasa bukan hanya sarana atau alat komunikasi, melainkan juga cerminan martabat dan kekuatan bangsa.
Baca Juga: DPD RI Dorong Diplomasi Budaya Lewat Convention Dunia Melayu Dunia Islam ke-23
"Keberhasilan Bahasa Indonesia menembus panggung dunia adalah momentum sejarah. Kita harus memanfaatkannya sebagai kekuatan lunak yang memperkuat diplomasi, ekonomi kreatif, dan identitas nasional kita," tegasnya.
Sebagai informasi, Bahasa Indonesia telah diakui sebagai bahasa resmi dalam rapat-rapat UNESCO. Selain itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti menyebut Bahasa Indonesia kini juga semakin luas diajarkan di berbagai negara.
Bahkan, Bahasa Indonesia diajarkan di sejumlah universitas di luar negeri, seperti Universitas Al-Azhar Mesir yang sampai menjadikan Bahasa Indonesia sebagai program studi.
Abdul Mu’ti menjelaskan saat ini program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) telah berkembang pesat dan diselenggarakan di 57 negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







