Ketua MPR Apresiasi Pembentukan Ditjen Pesantren: Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa

AKURAT.CO Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Ahmad Muzani, menyambut baik langkah pemerintah membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di Kementerian Agama.
Dia menilai, kebijakan tersebut menjadi bentuk pengakuan negara terhadap peran besar pesantren, dalam membangun karakter dan peradaban bangsa Indonesia.
"Di Hari Santri ini, pemerintah membentuk satu Direktorat Jenderal baru, Direktorat Jenderal Pesantren, dan harapannya dirjen baru ini bisa menjadikan pesantren yang selama ini eksistensinya sudah cukup dirasakan, bisa lebih terlembagakan lagi," ujarnya kepada wartawan, Jumat (24/10/2025).
Baca Juga: Ditjen Pesantren Komitmen Pemerintah Perkuat Ponpes di Bidang Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat
Menurutnya, keberadaan Ditjen Pesantren akan memperkuat sistem pembinaan dan pengembangan pesantren secara lebih profesional dan berstandar. Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter bangsa dan penanaman nilai kebangsaan.
"Harapannya di dirjen yang baru ini nanti, pembinaan terhadap pondok pesantren, kelembagaan, kurikulum, pendidikan, tentu saja pengembangan-pengembangan fisik lainnya bisa lebih berstandar lebih baik lagi," jelasnya.
Politisi Partai Gerindra itu menegaskan, pesantren memiliki peran historis dan strategis dalam perjalanan bangsa Indonesia, mulai dari perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan moral dan sosial masyarakat saat ini.
Karena itu, pemerintah perlu memastikan agar kebijakan baru tersebut mampu memperkuat ekosistem pendidikan pesantren secara menyeluruh.
"Pesantren sudah terbukti menjadi benteng moral bangsa. Dengan adanya Ditjen Pesantren, negara hadir lebih konkret dalam mendukung pesantren sebagai bagian penting pembangunan nasional," pungkas Muzani.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di lingkungan Kementerian Agama. Pembentukan ini menjadi kabar gembira di peringatan Hari Santri 2025.
Baca Juga: Presiden Restui Pembentukan Ditjen Pesantren, Wujud Perhatian Besar Prabowo terhadap Pesantren
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, langsung meminta Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i untuk mengawal terbitnya izin prakarsa pembentukan Ditjen Pesantren. Tidak lupa dia pun mengapresiasi seluruh pihaknya yang terlibat.
"Wabil khusus Wamenag telah memperjuangkannya sesegera mungkin," kata Nasaruddin, usai memimpin Apel Hari Santri 2025, di halaman Kantor Kementerian Agama, Rabu (22/10/2025).
Dia mengungkapkan, usul pembentukan Ditjen Pesantren sudah berlangsung sejak 2019, era Menag Lukman Hakim Saifuddin. Usulan Kemenag ke Kementerian PANRB kembali diajukan pada 2021 dan 2023 pada era Menag Yaqut Cholil Qoumas. Terakhir, usulan itu kembali diajukan ke Kemenpan dan RB pada 2024, di era Menag Nasaruddin Umar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









