Hari Pahlawan, 40 Tokoh Diusulkan Terima Gelar Pahlawan Nasional 2025, ada Nama Soeharto!

AKURAT.CO Peringatan Hari Pahlawan 10 November, pemerintah tengah menyiapkan daftar tokoh penerima gelar Pahlawan Nasional tahun 2025.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut sebanyak 40 nama telah melewati proses seleksi ketat dan kajian mendalam sebelum diusulkan untuk mendapat penghargaan tertinggi dari negara.
“Prosesnya panjang dan melibatkan tim peneliti serta sejarawan. Semua calon telah memenuhi syarat sesuai ketentuan pemberian gelar Pahlawan Nasional,” ujar Fadli di Jakarta, Jumat (8/11/2025).
Gelar Pahlawan Nasional merupakan bentuk penghargaan tertinggi yang diberikan pemerintah kepada warga negara Indonesia yang dinilai berjasa luar biasa bagi bangsa dan negara. Gelar ini diberikan secara anumerta dan diharapkan menjadi teladan bagi generasi penerus.
Dari 40 nama yang diusulkan, sejumlah tokoh berasal dari berbagai latar belakang — mulai dari pejuang kemerdekaan, ulama, pemimpin daerah, hingga tokoh pendidikan dan kemanusiaan. Beberapa di antaranya merupakan figur yang selama ini dikenal luas oleh publik.
Berikut daftar 40 tokoh yang diusulkan tahun ini:
-
H.M. Soeharto (Jawa Tengah)
-
K.H. Abdurrahman Wahid (Jawa Timur)
-
Marsinah (Jawa Timur)
-
Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf (Sulawesi Selatan)
-
Drs. F.X. Seda (Nusa Tenggara Timur)
-
Andi Makkasau Parenrengi Lawawo (Sulawesi Selatan)
-
Tuan Rondahaim Saragih (Sumatera Utara)
-
Marsekal TNI (Purn) R. Suryadi Suryadarma (Jawa)
-
K.H. Wasyid (Banten)
-
Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati (Jawa Tengah)
-
K.H. Muhammad Yusuf Hasyim (Jawa Timur)
-
Demmatande (Sulawesi Barat)
-
K.H. Abbas Abdul Jamil (Jawa Barat)
-
Hajjah Rahmah El Yunusiyyah (Sumatera Barat)
-
Abdoel Moethalib Sangadji (Maluku)
-
Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin (DKI Jakarta)
-
Letkol (Anumerta) Charles Choesj Taulu (Sulawesi Utara)
-
Mr. Gele Harun (Lampung)
-
Letkol Moch. Sroedji (Jawa Timur)
-
Prof. Dr. Aloei Saboe (Gorontalo)
-
Letjen TNI (Purn) Bambang Sugeng (Jawa Tengah)
-
Mahmud Marzuki (Riau)
-
Letkol TNI (Purn) Teuku Abdul Hamid Azwar (Aceh)
-
K.H. Sholeh Iskandar (Jawa Barat)
-
Syekh Sulaiman Ar-Rasuli (Sumatera Barat)
-
Zainal Abidin Syah (Maluku Utara)
-
Prof. Dr. G.A. Siwabessy (Maluku)
-
Chatib Sulaiman (Sumatera Barat)
-
Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri (Sulawesi)
-
K.H. Bisri Syansuri (Jawa)
-
Sultan Muhammad Salahuddin (Nusa Tenggara Barat)
-
H.B. Jassin (Gorontalo)
-
Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Jawa Barat)
-
M. Ali Sastroamidjojo (Jawa Timur)
-
dr. Kariadi (Jawa Tengah)
-
R.M. Bambang Soeprapto Dipokoesoemo (Jawa Tengah)
-
Basoeki Probowinoto (Jawa Tengah)
-
Raden Soeprapto (Jawa Tengah)
-
Mochamad Moeffreni Moe’min (DKI Jakarta)
-
Syaikhona Muhammad Kholil (Jawa Timur)
Baca Juga: 10 Pahlawan Nasional dari Tokoh Ulama dan Kiai yang Wajib Anda Tahu!
Menurut Fadli, penetapan resmi akan diumumkan langsung oleh Presiden menjelang upacara peringatan Hari Pahlawan di Istana Negara. Ia menegaskan, proses penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan rekam jejak perjuangan dan kontribusi masing-masing tokoh terhadap bangsa.
“Negara berutang budi kepada para tokoh ini. Mereka telah berjuang tanpa pamrih untuk kemerdekaan dan kemajuan Indonesia,” kata Fadli.
Gelar Pahlawan Nasional tahun ini juga disebut sebagai bentuk penghargaan terhadap keberagaman kontribusi tokoh bangsa, baik dari kalangan militer, sipil, maupun tokoh masyarakat daerah yang selama ini berjuang dalam senyap.
Dengan diumumkannya daftar ini, masyarakat diharapkan dapat meneladani semangat juang dan nilai-nilai pengabdian para pahlawan, sekaligus memperkuat rasa nasionalisme di momen Hari Pahlawan 10 November 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










