Akurat
Pemprov Sumsel

Gus Yahya soal Alasan Rotasi Gus Ipul: Sejak Jadi Mensos Tidak Pernah ke Kantor PBNU

Fajar Rizky Ramadhan | 4 Desember 2025, 06:41 WIB
Gus Yahya soal Alasan Rotasi Gus Ipul: Sejak Jadi Mensos Tidak Pernah ke Kantor PBNU

AKURAT.CO Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya membeberkan alasan di balik pencopotan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dari jabatan Sekretaris Jenderal PBNU. Menurutnya, banyak urusan organisasi yang mandek karena tidak ditangani dalam waktu lama.

“Mengenai SK-SK yang belum ditandatangani memang ini ada sekitar 80-an SK PWNU dan PCNU yang belum ditandatangani karena tertahan di meja Sekjen yang lama, yaitu Pak Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Bahkan sudah tertahan sampai lebih satu tahun, sejak satu tahun lalu,” ujar Gus Yahya di Kantor PBNU, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (3/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa sejak Gus Ipul diangkat sebagai Menteri Sosial, kesibukan di kementerian membuatnya tak lagi hadir mengurus administrasi harian organisasi.

“Karena memang beliau sejak diangkat menjadi Menteri Sosial memang sama sekali tidak pernah sempat punya waktu untuk menengok kantor sama sekali sampai sekarang, sudah setahun lebih,” katanya.

Baca Juga: Gus Yahya Ancam Tempuh Jalur Hukum bila Terus Didesak Mundur dari PBNU

Karena itu, Gus Yahya memutuskan merotasi Gus Ipul ke posisi ketua bidang. Ia menilai tugas ketua bidang masih memungkinkan dikerjakan secara jarak jauh, berbeda dengan peran sekjen.

“Beliau (Gus Ipul) kita rotasi ke posisi Ketua, dalam hal ini Ketua Bidang Pendidikan, Hukum, dan Media. Yang ini mungkin bisa dikerjakan secara remote. Tapi kalau Sekjen, ini kan nggak bisa dikerjakan secara remote, memang harus hadir, harus engage setiap hari, 7 hari 24 jam seminggunya,” ujarnya.

Gus Yahya menambahkan bahwa hambatan tanda tangan membuat berbagai keputusan strategis tersendat.

“Kalau Sekjen tidak tanda tangan, ya ke atas saya tidak bisa tanda tangan. Ke atas lagi Katib Aam ndak bisa tanda tangan, Rais Aam juga ndak mungkin bisa tanda tangan. Nah ini tertahan di Sekjen semua pada waktu itu,” jelasnya.

Ia menyebut bahwa tiga bulan sebelumnya sudah ada rapat gabungan yang memberikan tenggat dua minggu kepada Gus Ipul untuk menyelesaikan tumpukan SK. Namun tenggat itu tidak dipenuhi.

“Tapi sampai sekarang sudah lebih 3 bulan dan belum dilaksanakan. Nah itulah sebabnya maka kita melakukan rotasi,” ujarnya.

Baca Juga: KPK Tunggu Laporan Penyidik di Arab Saudi untuk Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji

Sebagai pengganti, PBNU menunjuk Amin Said Husni sebagai Sekjen baru. Proses administratif tengah dirampungkan.

“Mudah-mudahan insyaallah dalam waktu dekat dengan Sekjen yang baru, Pak Amin Said Husni, ini semua bisa segera diselesaikan,” kata Gus Yahya.

Rotasi itu merupakan bagian dari perombakan yang diputuskan dalam Rapat Harian Tanfidziyah PBNU pada 28 November 2025, mencakup posisi sekjen, waketum OKK, hingga bendahara umum.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.