Akurat
Pemprov Sumsel

Kiai Said Aqil Siroj: Konflik PBNU Memalukan, Jadi Bahan Omongan Banyak Orang

Fajar Rizky Ramadhan | 22 Desember 2025, 06:15 WIB
Kiai Said Aqil Siroj: Konflik PBNU Memalukan, Jadi Bahan Omongan Banyak Orang

AKURAT.CO Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), K.H. Said Aqil Siroj, mengungkapkan rasa prihatin sekaligus malu atas konflik internal yang tengah melanda PBNU. Ia menilai perselisihan tersebut menjadi ironi besar bagi NU yang selama ini dikenal sebagai simbol moderasi dan penengah konflik.

Pernyataan itu disampaikan Kiai Said saat menghadiri Forum Musyawarah Kubro yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Minggu (21/12/2025). Menurutnya, kondisi PBNU saat ini sangat bertolak belakang dengan prinsip tawasut dan tawazun yang selama ini digaungkan oleh organisasi.

“Sungguh sangat ironis, sungguh sangat malu, yang konon katanya kita bisa menjadi penengah, moderat, tawasut, tawazun, yang bisa menjadi penengah konflik di mana pun berada, eh kita sendiri berkonflik,” ujar K.H. Said Aqil Siroj.

Baca Juga: KH Said Aqil Tegaskan Hasil Musyawarah Kubro Lirboyo Wajib Ditindaklanjuti demi Keutuhan NU

Ia menegaskan, konflik internal tersebut telah membuat NU menjadi sorotan publik dan bahkan bahan pembicaraan di luar kalangan warga NU. Kiai Said menyebut situasi ini sebagai kondisi yang memprihatinkan karena NU selama ini dikenal luas sebagai organisasi Islam yang menjunjung tinggi nilai persatuan dan kebijaksanaan.

“Kalau sudah muhasabah, mari semua katakan, yang salah saya bukan siapa-siapa. Kami yang salah. Kenapa separah ini perselisihan di PBNU dan ini menjadi tertawaan semua orang baik non-NU dan non-muslim,” tegasnya.

Kiai Said juga mengajak seluruh elemen PBNU untuk melakukan introspeksi atau muhasabah diri. Ia meminta semua pihak berhenti saling menyalahkan dan berani mengakui kekeliruan masing-masing demi menjaga keutuhan organisasi.

Selain itu, ia menegaskan bahwa konflik yang terjadi murni persoalan internal organisasi dan tidak melibatkan campur tangan pemerintah maupun pihak Istana. Karena itu, ia mendesak agar kedua kubu yang berselisih segera melakukan islah atau perdamaian.

Apabila upaya islah tidak menemukan titik temu, Kiai Said mengusulkan agar keputusan strategis terkait muktamar dikembalikan sepenuhnya kepada pengurus wilayah dan pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PWNU dan PCNU) sebagai representasi suara jamaah di daerah.

Baca Juga: Kiai Sepuh NU Pasang Ultimatum: Konflik PBNU Dinilai Runtuhkan Muruah dan Kepercayaan Publik

Di forum yang sama, Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyatakan kesiapannya untuk diklarifikasi terkait polemik yang berkembang. Ia mengaku terbuka untuk proses tabayun dengan menghadirkan bukti serta saksi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Sejak awal, sejak detik pertama saya juga senantiasa menginginkan islah. Saya siap berislah binaan al haq, tidak binaan al batin. Dan saya sepenuhnya taslim pada apa yang disepakati oleh PWNU, PCNU se-Indonesia juga Mustasyar,” kata Gus Yahya.

Forum Musyawarah Kubro tersebut menjadi salah satu upaya para tokoh NU untuk mencari jalan keluar atas konflik yang dinilai berpotensi mengganggu soliditas organisasi dan kepercayaan publik terhadap NU.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.