Akurat
Pemprov Sumsel

Sugiono: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog untuk Mencapai Rekonsiliasi di Myanmar

Atikah Umiyani | 30 Januari 2026, 10:49 WIB
Sugiono: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog untuk Mencapai Rekonsiliasi di Myanmar



AKURAT.CO Menteri Luar Negeri, Sugiono, menyatakan bahwa situasi di Myanmar menjadi salah satu tantangan bagi ketangguhan dan kredibilitas ASEAN.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Extended Informal Consultation on The Implementation of The Five-Point Consensus.

Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri (AMM) Retreat ASEAN yang digelar di Cebu, Filipina.

Pertemuan membahas secara mendalam implementasi Konsensus Lima Poin (5PC) serta prioritas kerja ASEAN ke depan dalam upaya penyelesaian krisis Myanmar.

Dalam pertemuan ini, Menteri Luar Negeri Filipina selaku Utusan Khusus Ketua ASEAN untuk Myanmar memberikan briefing terkait perkembangan terkini situasi di Myanmar.

Secara khusus, Sugiono menyampaikan apresiasi terhadap upaya Menteri Luar Negeri Filipina yang telah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak di Myanmar. Langkah ini dinilai sebagai kontribusi nyata yang relevan.

Baca Juga: Pigai Bantah Kritik Dino Patti Djalal: Menlu Sugiono Justru Berprestasi

"Hal ini (kunjungan utsus ke Myanmar) menunjukkan komitmen ASEAN untuk memastikan bahwa rekonsiliasi di Myanmar tetap menjadi prioritas utama," kata Sugiono, melalui keterangan resmi, Jumat (30/1/2026).

Berangkat dari komitmen bersama untuk menciptakan perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan di kawasan, ASEAN diharapkan dapat terus terlibat secara konstruktif dan konsisten dalam mendukung proses perdamaian di Myanmar.

Ke depan, Sugiono menilai bahwa dibutuhkan upaya-upaya terukur dan kreatif untuk membangun stabilitas yang langgeng dan inklusif, serta fondasi yang kokoh bagi proses pembangunan bangsa (nation-building) Myanmar.

Sebagai bentuk komitmen konkret, Indonesia menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog yang inklusif dengan seluruh pihak terkait di Myanmar.

"Indonesia juga terbuka untuk menawarkan dukungan praktis, termasuk berbagi pengalaman berharga kami dalam pembangunan bangsa, proses rekonsiliasi, dan penyelenggaraan otonomi daerah," pungkas Sugiono.

Baca Juga: Kritik Konstruktif Dino Patti Djalal untuk Menlu Sugiono: Kami Tidak Ingin Anda Dapat Predikat Silent Minister

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK