Prabowo Ajak Inggris Bangun Kampus di RI, Hilman: Jangan Sampai Ganggu Perguruan Tinggi Swasta

AKURAT.CO Wacana Presiden Prabowo Subianto mengajak universitas di Inggris bangun 10 kampus berstandar internasional mendapat apresiasi. Kebijakan dinilai dapat meningkatkan kualitas dan daya saing pendidikan nasional.
Meski demikian, rencana tersebut harus disertai regulasi yang kuat, jelas, dan berkeadilan. Jangan sampai, kehadiran kampus asing tidak menekan perguruan tinggi nasional, khususnya perguruan tinggi swasta (PTS).
"Regulasi harus disiapkan dengan matang. Jangan sampai kampus asing hadir tanpa aturan yang jelas, lalu mengambil ceruk mahasiswa yang selama ini menjadi napas hidup perguruan tinggi nasional, terutama PTS," kata Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Hilman Mufidi, dalam rapat bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) di Gedung DPR/MPR RI, Selasa (3/2/2026).
Dia menjelaskan, kondisi PTS yang saat ini menghadapi persaingan ketat dalam menjaring mahasiswa baru. Banyak kampus swasta yang kesulitan memenuhi kuota mahasiswa.
"Kita harus jujur melihat kondisi di lapangan. Banyak kampus swasta yang mati-matian mencari mahasiswa, bahkan kesulitan memenuhi kuota," katanya.
Selain itu, perluasan perguruan tinggi negeri (PTN) dengan daya tampung besar di berbagai daerah juga memperburuk keberadaan PTS. Akibatnya, banyak calon mahasiswa tersedot ke kampus negeri.
Karena itu, dia mendorong agar kebijakan menghadirkan universitas asing diposisikan sebagai pelengkap ekosistem pendidikan nasional, bukan sebagai pesaing yang merugikan kampus lokal. "Jangan sampai niat baik memajukan pendidikan justru menimbulkan ketimpangan baru dan mengorbankan perguruan tinggi nasional," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






