Anggaran Masih Minim, BNPB Pakai Pinjaman dari Spanyol untuk Perkuat Mitigasi Bencana

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluhkan kecilnya alokasi anggaran untuk pencegahan atau mitigasi bencana dalam beberapa tahun terakhir. Anggaran mitigasi tersebut dinilai belum sebanding, dengan tingginya risiko bencana yang dihadapi Indonesia.
Kepala BNPB, Suharyanto, mengungkapkan dalam lima tahun terakhir anggaran mitigasi bencana yang tersedia hanya berkisar Rp17 miliar hingga Rp19 miliar per tahun.
"Kami laporkan setiap tahun untuk anggaran pencegahan atau mitigasi bencana itu berkisar antara Rp17 miliar sampai Rp19 miliar per tahun. Tentu saja ini sangat kecil," ujar Suharyanto dalam rapat bersama Komisi VIII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: BNPB Laporkan Progres Pembangunan Huntara di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Meski demikian, keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan bagi BNPB untuk mengurangi kinerja. Menurutnya, BNPB tetap berupaya meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana, khususnya pada aspek pencegahan.
"Tentu saja kami tidak hanya bisa mengeluh kemudian tidak bekerja. Kami berupaya untuk tetap meningkatkan kemampuan penanggulangan bencana dalam aspek pencegahan atau mitigasi," katanya.
Sebagai langkah alternatif, Suharyanto mengungkapkan bahwa pada 2026, BNPB telah mendapatkan persetujuan Presiden Prabowo Subianto untuk memanfaatkan skema pinjaman dari pemerintah Spanyol.
Baca Juga: BNPB Percepat Pemulihan Pascabencana di Sumatera
Pinjaman tersebut difokuskan untuk memperkuat kesiapan mitigasi bencana, terutama dalam menghadapi bencana hidrometeorologi basah.
"Untuk 2026 kami laporkan kami juga baru disetujui Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk mendapat pinjaman dari pemerintah Spanyol, dengan titik beratnya meningkatkan kesiapan mitigasi bencana BNPB menghadapi bencana hidrometeorologi basah, yaitu banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem," jelasnya.
Dia berharap, dukungan pendanaan tersebut dapat meningkatkan kemampuan mitigasi nasional sehingga risiko dan dampak bencana terhadap masyarakat dapat ditekan sejak tahap awal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







