Akurat
Pemprov Sumsel

Anggaran Masih Minim, BNPB Pakai Pinjaman dari Spanyol untuk Perkuat Mitigasi Bencana

Paskalis Rubedanto | 3 Februari 2026, 23:19 WIB
Anggaran Masih Minim, BNPB Pakai Pinjaman dari Spanyol untuk Perkuat Mitigasi Bencana

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluhkan kecilnya alokasi anggaran untuk pencegahan atau mitigasi bencana dalam beberapa tahun terakhir. Anggaran mitigasi tersebut dinilai belum sebanding, dengan tingginya risiko bencana yang dihadapi Indonesia.

Kepala BNPB, Suharyanto, mengungkapkan dalam lima tahun terakhir anggaran mitigasi bencana yang tersedia hanya berkisar Rp17 miliar hingga Rp19 miliar per tahun.

"Kami laporkan setiap tahun untuk anggaran pencegahan atau mitigasi bencana itu berkisar antara Rp17 miliar sampai Rp19 miliar per tahun. Tentu saja ini sangat kecil," ujar Suharyanto dalam rapat bersama Komisi VIII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Baca Juga: BNPB Laporkan Progres Pembangunan Huntara di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Meski demikian, keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan bagi BNPB untuk mengurangi kinerja. Menurutnya, BNPB tetap berupaya meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana, khususnya pada aspek pencegahan.

"Tentu saja kami tidak hanya bisa mengeluh kemudian tidak bekerja. Kami berupaya untuk tetap meningkatkan kemampuan penanggulangan bencana dalam aspek pencegahan atau mitigasi," katanya.

Sebagai langkah alternatif, Suharyanto mengungkapkan bahwa pada 2026, BNPB telah mendapatkan persetujuan Presiden Prabowo Subianto untuk memanfaatkan skema pinjaman dari pemerintah Spanyol. 

Baca Juga: BNPB Percepat Pemulihan Pascabencana di Sumatera

Pinjaman tersebut difokuskan untuk memperkuat kesiapan mitigasi bencana, terutama dalam menghadapi bencana hidrometeorologi basah.

"Untuk 2026 kami laporkan kami juga baru disetujui Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk mendapat pinjaman dari pemerintah Spanyol, dengan titik beratnya meningkatkan kesiapan mitigasi bencana BNPB menghadapi bencana hidrometeorologi basah, yaitu banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem," jelasnya.

Dia berharap, dukungan pendanaan tersebut dapat meningkatkan kemampuan mitigasi nasional sehingga risiko dan dampak bencana terhadap masyarakat dapat ditekan sejak tahap awal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.