Ratusan Warga NU Kecam Sikap Ketua Umum PBNU soal Dewan Perdamaian Trump

AKURAT.CO Ratusan warga Nahdlatul Ulama (NU) mengecam sikap Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf yang mendukung keputusan Presiden Prabowo Subianto bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Penolakan tersebut disampaikan melalui surat terbuka yang beredar di sejumlah wilayah.
Sebanyak 125 warga NU dari beragam latar belakang tercantum sebagai penandatangan surat terbuka tersebut. Mereka berasal dari unsur pengurus NU daerah, akademisi, pegiat hak asasi manusia, aktivis perempuan, hingga pengasuh pesantren.
Sejumlah nama yang tercantum antara lain Wakil Sekretaris PWNU DIY M. Mustafid, Wakil Ketua Fatayat NU DIY Rika Iffati Farihah, Marzuki Wahid dari Institut Studi Islam Fahmina, Masruchah, Wasingatu Zakiyah, Roy Murtadho, serta akademisi UGM Achmad Munjid.
Sekretaris PWNU DIY M. Mustafid mengatakan, ratusan warga NU tersebut menyatakan keprihatinan mendalam dan menolak keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace. Mereka mengecam pernyataan Ketua Umum PBNU yang menyebut langkah Presiden Prabowo tersebut sebagai jalan yang tepat dalam memperjuangkan Palestina.
Baca Juga: KPK Dalami Dugaan Perintangan Penyidikan oleh Bos Maktour Travel
Menurut Mustafid, klaim tersebut mengabaikan realitas bahwa perdamaian tanpa keadilan justru memperpanjang praktik imperialisme dan kolonialisme.
“Sementara itu, darah tetap mengalir, tanah terus dirampas, dan kemerdekaan Palestina semakin menjadi ilusi,” kata Mustafid melalui siaran pers, Selasa (2/2/2026).
Ia menilai, alasan keterlibatan Indonesia demi membuka akses diplomasi terdengar masuk akal, namun rapuh karena mengabaikan sejarah, relasi kuasa, dan struktur dominasi global. Menurutnya, forum-forum global kerap menjadi alat pengendalian kepentingan ekonomi dan geopolitik, bukan ruang dialog yang adil bagi korban.
“Forum-forum itu justru didesain membangun dan memelihara ketimpangan struktural atas pendudukan dan genosida warga Palestina,” ujarnya.
Pengajar Pesantren Ekologi Misykat al Anwar, Roy Murtadho, menilai Board of Peace sejak awal lebih menyerupai perpanjangan kepentingan Amerika Serikat ketimbang forum perdamaian yang berkeadilan. Ia menyoroti absennya perwakilan Palestina dalam pembentukan forum tersebut.
“Ini adalah pengkhianatan terhadap kemanusiaan,” kata Roy.
Roy menegaskan, kepemimpinan moral NU sedang diuji. Menurutnya, Palestina bukan sekadar isu diplomasi atau kalkulasi untung-rugi politik luar negeri, melainkan persoalan moral dan kemanusiaan global.
Baca Juga: Gus Yahya Akan Mencalonkan Lagi sebagai Ketum PBNU pada Muktamar NU ke-35?
“Palestina merupakan benteng terakhir perjuangan moral dunia hari ini,” ujarnya.
Ia juga menyebut dukungan terhadap surat terbuka tersebut terus mengalir dari warga NU di akar rumput. Namun, hingga kini surat tersebut belum disampaikan secara resmi kepada PBNU dan masih beredar di kalangan internal warga NU.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









