Bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Cerita Tentang Persahabatannya dengan Prabowo

AKURAT.CO Presiden Kelima RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, mengungkapkan hubungan persahabatannya dengan Presiden RI Prabowo Subianto, saat bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan.
Dalam pertemuan tersebut, Megawati secara terbuka menjelaskan dinamika hubungan personal dan politiknya dengan Presiden Prabowo. Dia menegaskan, dirinya dan Presiden Prabowo telah menjalin persahabatan sejak lama serta memiliki visi besar yang sama tentang Indonesia.
"Dalam pertemuan tersebut, Ibu Megawati menyampaikan bahwa beliau bersahabat cukup lama dengan Presiden Prabowo dan memiliki visi besar tentang Indonesia Raya,” ujar Ketua DPP PDIP bidang Agama (non-aktif) sekaligus Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi menirukan pernyataan Megawati, di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Rabu (4/2/2026) waktu setempat.
Baca Juga: Megawati Sampaikan Duka Atas Wafatnya Istri Mantan Kapolri Hoegeng
Megawati juga menceritakan keakraban hubungan personal keduanya yang tercermin dari sapaan sehari-hari. "Ibu Megawati menyampaikan, 'Saya biasa memanggil Presiden Prabowo dengan panggilan Mas, dan Presiden Prabowo memanggil saya Mbak'. Ini menunjukkan persahabatan yang sangat baik," lanjutnyw.
Meski demikian, Megawati menegaskan bahwa hubungan personal tersebut tidak mengubah sikap politik PDIP. Di hadapan Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati menjelaskan bahwa PDIP memilih berada di luar pemerintahan sebagai penyeimbang.
Menurutnya, posisi tersebut diambil untuk menjaga mekanisme check and balance dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.
"Ibu Megawati menjelaskan bahwa PDIP berada di luar pemerintahan sebagai penyeimbang. Jika pemerintah melakukan hal baik untuk rakyat, maka akan didukung. Namun jika terdapat hal yang kurang tepat, PDIP akan memberikan koreksi dan masukan," jelas Zuhairi.
Megawati juga meluruskan pemahaman mengenai sistem politik Indonesia, bahwa dalam sistem presidensial tidak dikenal istilah oposisi dan koalisi sebagaimana dalam sistem parlementer.
Baca Juga: Kunjungi KBRI UEA, Megawati Dorong Pelayanan Terbaik bagi WNI di Luar Negeri
"Yang ada adalah bersama pemerintah dan di luar pemerintah. Oposisi hanya dikenal dalam sistem parlementer," tegas Megawati dalam pertemuan tersebut.
Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, merespons positif penjelasan Megawati dan menyatakan memahami sikap politik yang diambil oleh Megawati dan PDIP.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda Megawati selama kunjungan di Uni Emirat Arab, sekaligus memperlihatkan bagaimana relasi personal Megawati dan Presiden Prabowo berjalan seiring dengan posisi politik PDIP sebagai penyeimbang pemerintahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







