Akurat
Pemprov Sumsel

Bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Cerita Tentang Persahabatannya dengan Prabowo

Paskalis Rubedanto | 5 Februari 2026, 16:12 WIB
Bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Cerita Tentang Persahabatannya dengan Prabowo

AKURAT.CO Presiden Kelima RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, mengungkapkan hubungan persahabatannya dengan Presiden RI Prabowo Subianto, saat bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan.

Dalam pertemuan tersebut, Megawati secara terbuka menjelaskan dinamika hubungan personal dan politiknya dengan Presiden Prabowo. Dia menegaskan, dirinya dan Presiden Prabowo telah menjalin persahabatan sejak lama serta memiliki visi besar yang sama tentang Indonesia.

"Dalam pertemuan tersebut, Ibu Megawati menyampaikan bahwa beliau bersahabat cukup lama dengan Presiden Prabowo dan memiliki visi besar tentang Indonesia Raya,” ujar Ketua DPP PDIP bidang Agama (non-aktif) sekaligus Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi menirukan pernyataan Megawati, di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Rabu (4/2/2026) waktu setempat. 

Baca Juga: Megawati Sampaikan Duka Atas Wafatnya Istri Mantan Kapolri Hoegeng

Megawati juga menceritakan keakraban hubungan personal keduanya yang tercermin dari sapaan sehari-hari. "Ibu Megawati menyampaikan, 'Saya biasa memanggil Presiden Prabowo dengan panggilan Mas, dan Presiden Prabowo memanggil saya Mbak'. Ini menunjukkan persahabatan yang sangat baik," lanjutnyw.

Meski demikian, Megawati menegaskan bahwa hubungan personal tersebut tidak mengubah sikap politik PDIP. Di hadapan Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati menjelaskan bahwa PDIP memilih berada di luar pemerintahan sebagai penyeimbang.

Menurutnya, posisi tersebut diambil untuk menjaga mekanisme check and balance dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

"Ibu Megawati menjelaskan bahwa PDIP berada di luar pemerintahan sebagai penyeimbang. Jika pemerintah melakukan hal baik untuk rakyat, maka akan didukung. Namun jika terdapat hal yang kurang tepat, PDIP akan memberikan koreksi dan masukan," jelas Zuhairi.

Megawati juga meluruskan pemahaman mengenai sistem politik Indonesia, bahwa dalam sistem presidensial tidak dikenal istilah oposisi dan koalisi sebagaimana dalam sistem parlementer.

Baca Juga: Kunjungi KBRI UEA, Megawati Dorong Pelayanan Terbaik bagi WNI di Luar Negeri

"Yang ada adalah bersama pemerintah dan di luar pemerintah. Oposisi hanya dikenal dalam sistem parlementer," tegas Megawati dalam pertemuan tersebut.

Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, merespons positif penjelasan Megawati dan menyatakan memahami sikap politik yang diambil oleh Megawati dan PDIP.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda Megawati selama kunjungan di Uni Emirat Arab, sekaligus memperlihatkan bagaimana relasi personal Megawati dan Presiden Prabowo berjalan seiring dengan posisi politik PDIP sebagai penyeimbang pemerintahan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.