Update Korban Bencana Sumatera: 1.205 Orang Meninggal Dunia, 139 Masih Hilang

AKURAT.CO Satuan Tugas Percepatan Rehabilitas dan Rekonstruksi Pasca Bencana Pemerintah Sumatera mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana di Sumatera mencapai 1.205 jiwa. Sementara, korban hilang mencapai 139 orang.
Kasatgas Percepatan Rehabilitas dan Rekonstruksi Pasca Bencana Pemerintah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan balai desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terdampak bencana dan belum beroperasi secara maksimal. Selain itu, sebanyak 29 desa hilang paling banyak terdampak, yaitu di Aceh 21 desa.
Saat ini, jumlah pengungsi juga berangsur berkurang khususnya di wilayah Aceh. Sedangkan untuk Sumbar sudah tidak ada pengungsi dan sudah diberikan stimulan.
Baca Juga: Kemala Run 2026 Digelar di Bali, Target 10 Ribu Pelari dan Galang Dana Bencana
"Pengungsi yang tadinya 2 juta orang lebih, sekarang menjadi lebih kurang 12.954 yang ada di tenda. Di Sumbar, pengungsi sudah 0 dari sebelumnya 16.164 ada yang sudah pulang kembali mendapatkan bantuan stimulan untuk rumah rusak ringan maupun sedang," kata Tito, dalam rapat koordinasi dan evaluasi bersama Satgas Pemulihan Pasca Bencana yang dipimpin DPR RI, Rabu (18/2/2026).
Sementara itu, rumah yang berat atau hilang kini tinggal di huntara dan mendapatkan dana tunggu hunian. "Alhamdulillah untuk Sumbar kami sudah melakukan pengecekan di 16 kabupaten/kota yang terdampak tidak terdapat pengungsi di tenda," ujarnya.
Baca Juga: Kemendikdasmen Respons Cepat Tangani Dampak Bencana di SMPN 48 Sa Ate, NTT
Terkait bantuan personel, sebanyak 90 ribu telah diturunkan baik secara keseluruhan dari TNI dan Polri. Selain itu, TNI juga mengirimkan bantuan alutsista sebanyak 80 unit mellaui jalur udara, darta, dan laut. Serta Polri juga mengirimkan 17 alutsista yang juga melewati 3 jalur tersebut.
Tito juga menyampaikan bahwa akses darat masih belum sepenuhnya normal di beberapa wilayah, seperti jalan nasional dan provinsi. Padahal, akses darat sangat dibutuhkan sebagai mobiltas dan juga penyampaian logistik.
"Akses darat sangat penting untuk mobilitas orang dan logistik. Jalan nasional sudah bisa dilalui dan jalan provinsi sudah hisa tapi kalau kabupaten kota seperti di Padang Pariaman dan kabupaten Agam masih harus diatensi," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








