Menko PM Gelorakan Budaya 'Ayo Cerita', Perkuat Ketahanan Psikososial Anak dan Remaja

AKURAT.CO Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) menggelar Dialog Solidaritas dan Partisipasi Publik 'Meningkatkan Ketahanan Psikososial sebagai Fondasi Pemberdayaan Masyarakat', sebagai bagian dari agenda besar pemberdayaan masyarakat.
Dialog ini dibangun dari pemahaman bahwa kerentanan mental anak lahir dari interaksi faktor yang kompleks, mulai dari tekanan ekonomi keluarga, tuntutan pendidikan, perundungan (bullying) hingga keterbatasan dukungan psikologis.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa persoalan ini tidak dapat diselesaikan secara reaktif dan parsial, melainkan membutuhkan strategi kolaboratif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Banggar DPR Minta Dapur MBG Nakal Diblacklist: Jangan Korbankan Gizi Anak
"Kita sebagai sebuah warga bangsa dituntut terus bahu-membahu untuk memastikan tidak ada satupun yang sendirian menanggung beban tetapi kita punya saudara, kita punya keluarga, kita menjadi satu kesatuan," ucap Muhaimin dalam dialog yang digelar di Kampus Salemba Universitas Indonesia, Jakarta, dikutip Sabtu (28/2/2026).
Dia menekankan bahwa kerentanan mental anak dan remaja bersifat multidimensi, sehingga penanganannya harus melibatkan seluruh ekosistem, termasuk keluarga, sekolah, komunitas, tenaga profesional, hingga pemerintah.
"Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, saya pribadi, siap mendukung, melindungi, dan bersama-sama memajukan seluruh kinerja dan upaya-upaya yang telah dirintis," imbuhnya.
"Kantor kami terbuka luas kepada saudara-saudara melalui Pak Nunung (Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial), melalui saya langsung untuk bersama-sama kita selesaikan masalah-masalah yang kita hadapi ini secara komprehensif," jelas Muhaimin.
Dia juga mendorong penguatan solidaritas komunal dan semangat voluntarisme sebagai gerakan bersama. Menurutnya, setiap orang dapat mengambil peran mulai dari mendengar dengan empati, melihat tanpa prasangka, hingga bergerak dengan kasih.
Baca Juga: Bersama City 200, Itel Ajak Anak Muda Ngabuburit Mencari Siti di Blok M Hub
Sebagai pintu masuk gerakan bersama, dia mengajak seluruh elemen masyarakat membangun budaya 'Ayo Cerita' sebagai ruang aman bagi anak dan remaja untuk berbagi perasaan, pengalaman, dan persoalan yang dihadapi tanpa rasa takut atau stigma.
"Salah satunya akan ada gerakan 'Ayo Cerita', yaitu inisiatif yang sangat bagus, saya juga siap me backup teman-teman yang bekerja bertahun-tahun di dalam melakukan pendampingan psiko sosial di berbagai level, sekolah, komunitas, masyarakat, saya siap me backup penuh sehingga kinerjanya semakin produktif di masa yang akan datang," ungkapnya.
Dialog ini menjadi bagian dari komitmen Kemenko PM untuk memastikan pemberdayaan tidak hanya berbasis ekonomi, tetapi juga memperkuat dimensi kemanusiaan dan ketahanan keluarga sebagai pondasi pembangunan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







