Akurat
Pemprov Sumsel

Wapres Gibran: AI Bukan Ancaman, Tapi Alat Cetak Generasi Unggul

Ayu Rachmaningtyas | 4 Maret 2026, 21:17 WIB
Wapres Gibran: AI Bukan Ancaman, Tapi Alat Cetak Generasi Unggul
Wapres Gibran Rakabuming Raka.

AKURAT.CO Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung implementasi pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan literasi digital di SMP Santo Yusup, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/3/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari penguatan sumber daya manusia unggul dan transformasi digital dalam kerangka Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya peningkatan kualitas pendidikan berbasis teknologi untuk menghadapi era ekonomi digital dan industri 4.0.

Setibanya di lokasi, Wapres meninjau proses belajar mengajar serta berdialog dengan guru dan siswa mengenai penerapan AI dalam mata pelajaran Informatika, termasuk praktik coding.

“Saya mengapresiasi pengaplikasian coding yang sudah diterapkan di tingkat SMP. Walaupun produknya masih sederhana, dengan usia mereka yang masih SMP sudah bisa menciptakan alat yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari,” ujar Wapres.

Ia berharap para siswa dapat terus mengembangkan inovasi yang telah dirintis agar ke depan semakin maju dan memberi manfaat lebih luas.

“Kedepannya diharapkan bisa lebih mengembangkan lagi produk-produk yang bermanfaat dan lebih maju dari yang sudah ada saat ini,” tambahnya.

Guru TIK SMP Santo Yusup, Didit Wahyu Triono, menjelaskan bahwa AI telah diintegrasikan dalam mata pelajaran Informatika sejak penerapan Kurikulum Merdeka. Literasi digital pun berjalan beriringan dengan pembelajaran tersebut.

“AI sudah diintegrasikan ke mata pelajaran Informatika sejak Kurikulum Merdeka diterapkan. Secara otomatis literasi digital juga diterapkan secara bersamaan,” ujar Didit.

Baca Juga: Kaka: Carlo Ancelotti Orang yang Tepat untuk Brasil sebagai Tim yang Selalu Difavoritkan

Menurutnya, langkah tersebut diambil untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang pesat.

Melalui program ini, siswa dapat memperoleh pengetahuan yang lebih luas dibandingkan hanya mengandalkan buku pelajaran.

Sekolah juga menyediakan fasilitas pendukung, seperti laboratorium komputer yang dapat diakses dengan pendampingan guru, jaringan internet memadai, serta ruang belajar yang kondusif.

Didit menambahkan, AI dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran sekaligus sarana mengembangkan bakat dan minat siswa, dengan tetap memperhatikan batasan usia melalui arahan guru.

“AI dapat membantu anak-anak mendapatkan sudut pandang lain. AI juga bisa dimanfaatkan sebagai kamus dan perpustakaan digital untuk membantu memahami logika dalam coding,” jelasnya.

Pihak sekolah berharap dukungan pemerintah terhadap penguatan literasi AI dan digital, khususnya pembelajaran coding, terus diperluas.

Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Wapres juga meninjau pelatihan AI di SMP Plus Muthahhari, Kabupaten Bandung, termasuk implementasi program kolaborasi bersama ASEAN Foundation serta penyerahan dukungan CSR untuk penguatan fasilitas pendidikan.

Kunjungan dilanjutkan ke Pondok Pesantren Baitul Arqom, Kabupaten Bandung, untuk meninjau pelatihan AI dan robotik serta bersilaturahmi dengan para guru dan santri.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses teknologi dan inovasi hingga ke lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.

Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong pemerataan akses pendidikan berbasis teknologi guna mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.