Kolaborasi KP2MI dan Kemendag Tempatkan 4000 Pekerja Migran Indonesia di Jerman

AKURAT.CO Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi lintas kementerian. Guna memperluas peluang kerja luar negeri yang aman, prosedural dan terlindungi bagi pekerja migran Indonesia.
Hal ini seiring penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Tenriawaru Elite Internasional dan Aurelium Global Talent GmbH. terkait penempatan 4.000 pekerja migran Indonesia ke Jerman.
Menteri P2MI, Mukhtarudin, menyampaikan bahwa kerja sama penempatan pekerja migran Indonesia tersebut merupakan tindak lanjut konkret dari Misi Dagang Jasa Profesi Indonesia ke Berlin yang sebelumnya dilaksanakan secara kolaboratif oleh KP2MI bersama Kementerian Perdagangan RI.
"Kolaborasi lintas kementerian melalui misi dagang ini menunjukkan bahwa penempatan pekerja migran Indonesia tidak hanya dilihat sebagai mobilitas tenaga kerja, tetapi juga sebagai bagian dari diplomasi ekonomi dan penguatan ekspor jasa profesi Indonesia di pasar global," jelasnya, melalui keterangan resmi, Kamis (5/3/2026).
Mukhtarudin mengatakan, KP2MI menempatkan aspek proses penempatan dan pelindungan sebagai prioritas utama. Setiap calon pekerja migran Indonesia (CPMI) harus melalui tahapan penyiapan yang komprehensif, mulai dari verifikasi dokumen, peningkatan kompetensi, penguatan literasi kontrak kerja, hingga pembekalan mengenai sistem ketenagakerjaan di negara tujuan.
Baca Juga: Program MBG Dorong Pertumbuhan Pertanian dan Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
"Kami menekankan bahwa proses penempatan harus dilakukan secara profesional, transparan dan akuntabel. Penyiapan CPMI menjadi kunci utama agar mereka tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memahami hak dan kewajibannya. Pelindungan harus hadir sejak pra-penempatan, selama bekerja, hingga purna penempatan," jelasnya.
Menurut Mukhtarudin, kerja sama ini membuka peluang penempatan pekerja migran Indonesia pada sejumlah sektor strategis di Jerman, khususnya rumah sakit, ritel modern dan layanan kesehatan.
Ia berharap implementasi kerja sama tersebut dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Dengan mengedepankan prinsip tata kelola penempatan yang baik serta menjamin pelindungan maksimal bagi setiap PMI.
"Kerja sama ini harus menjadi model kemitraan yang kredibel dan berkelanjutan. Kita ingin memastikan bahwa setiap peluang kerja di luar negeri berjalan seiring dengan sistem pelindungan yang kuat, sehingga Pekerja Migran kita bekerja dengan aman, bermartabat, dan sejahtera," jelasnya.
Baca Juga: Krisis Tenaga Kerja Global, Negara-negara Ini Buka Peluang Besar bagi Pekerja Asing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








