Bahlil Lahadalia: Nuzulul Qur'an Jadi Refleksi Kader Golkar Jalankan Kekuasaan untuk Kemaslahatan

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyebut Peringatan Malam Nuzulul Qur'an menjadi momentum refleksi spiritual bagi seluruh kader.
Bahlil pun mengajak seluruh kader untuk memperdalam kedekatan dengan Al-Qur'an. Tidak hanya melalui bacaan tetapi juga dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
"Bagi kita, khususnya keluarga besar Partai Golkar, Nuzulul Qur'an yang senantiasa kita peringati setiap Bulan Suci Ramadan bukan semata mengenang peristiwa sakral turunnya wahyu pertama. Tetapi lebih dari itu, menjadikan momentum merefleksikan sejauh mana kedekatan batin kita dengan Al-Qur'an," jelasnya, saat Peringatan Malam Nuzulul Qur'an di Masjid DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Menurut Bahlil, kedekatan dengan Al-Qur'an harus tercermin dalam perilaku sehari-hari sehingga mampu menghadirkan ketenangan dan pencerahan dalam kehidupan.
Dalam perspektif politik, Bahlil menyebut Al-Qur'an juga memberikan pedoman etika dan moral bagi para pemegang kekuasaan.
Baca Juga: Golkar Dukung Penuh Program MBG Prabowo di Tengah Polemik Pendanaan
Ia menegaskan bahwa kekuasaan sejatinya memiliki misi suci sebagai kekuatan penolong untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
Bahlil merujuk pada Surat Al-Isra ayat 80 yang menegaskan pentingnya memohon kekuasaan yang membawa kebaikan dan pertolongan.
Ayat tersebut dapat menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi seluruh kader Golkar untuk menanamkan jejak kebajikan dalam setiap posisi yang diemban, baik di lembaga eksekutif maupun legislatif.
"Jadi kalau kader Partai Golkar di eksekutif maupun legislatif, ini tidak hanya sekadar kekuasaan yang kita rebut. Kekuasaan itu adalah amanah yang harus menjadi rahmatan lil 'alamin," katanya.
Lebih lanjut, Menteri ESDM itu mengingatkan bahwa setiap amanah kekuasaan pada akhirnya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.
Karena itu, kekuasaan harus dijalankan sebagai instrumen pengabdian kepada masyarakat.
Baca Juga: Transformasi Golkar, Arief Rosyid: Kita Jemput Potensi Anak Muda dan Menang di Pemilu 2029
"Karena setiap kekuasaan itu Insya Allah akan menjadi instrumen pengabdian dan kita akan pertanggungjawabkan nanti di yaumul mahsyar ketika kita kembali kepada Sang Khalik. Akan ditanyakan seberapa besar manfaat dari apa yang telah kita lakukan ketika diberikan amanah untuk menjadi pemimpin di bangsa ini," terang Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








