Akurat
Pemprov Sumsel

IKA Trisakti: Kesiapan Energi dan Transportasi Jadi Kunci Kelancaran Mudik Lebaran 2026

Moehamad Dheny Permana | 17 Maret 2026, 04:47 WIB
IKA Trisakti: Kesiapan Energi dan Transportasi Jadi Kunci Kelancaran Mudik Lebaran 2026
Ketua Bidang Perhubungan dan Transportasi IKA Trisakti, Azhar Adam.

AKURAT.CO Ikatan Alumni Trisakti (IKA Trisakti) menilai kesiapan transportasi nasional serta ketersediaan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), menjadi faktor krusial untuk menjamin kelancaran arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 H/2026.

Ketua Bidang Perhubungan dan Transportasi IKA Trisakti, Azhar Adam, mengatakan, skala mobilitas masyarakat pada Lebaran tahun ini diperkirakan sangat besar.

Karena itu, diperlukan koordinasi yang kuat antara pemerintah, operator transportasi, dan sektor energi agar arus mudik dapat berjalan lancar.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik Lebaran 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 143,9 juta orang.

Angka tersebut bahkan berpotensi melampaui proyeksi seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Moda transportasi yang paling banyak digunakan masih kendaraan pribadi, dengan estimasi lebih dari 76 juta pemudik menggunakan mobil.

“Dengan mobilitas lebih dari 140 juta orang, sistem transportasi nasional akan menghadapi tekanan yang sangat besar. Karena itu, kesiapan infrastruktur jalan, transportasi massal, serta distribusi energi harus dipastikan berjalan optimal,” ujar Azhar Adam dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026).

Selain kesiapan transportasi, ia menilai pasokan BBM juga menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik.

Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan 7.885 SPBU, 6.662 agen LPG, serta ribuan Pertashop untuk memastikan distribusi energi tetap lancar selama Ramadan dan Idulfitri.

Perusahaan juga memastikan pasokan BBM mampu memenuhi kebutuhan jutaan kendaraan yang melintas di jalur utama mudik.

Di wilayah Jawa bagian barat saja, ketersediaan energi disiapkan untuk melayani sekitar 3,6 juta kendaraan yang menuju Sumatera melalui Banten.

Menurut Azhar, langkah tersebut penting karena konsumsi BBM biasanya meningkat signifikan selama masa mudik seiring lonjakan perjalanan darat.

Baca Juga: Siapa Papipul? Profil Ramdana Darmawan, Pengusaha Muda yang Viral di Media Sosial

“Ketersediaan energi tidak hanya menyangkut kendaraan pribadi, tetapi juga transportasi logistik, bus, kapal, hingga penerbangan. Ini harus dijaga agar tidak terjadi gangguan distribusi selama puncak arus mudik,” ujarnya.

Dampak Geopolitik Energi Dunia

Azhar juga mengingatkan bahwa dinamika geopolitik global berpotensi memengaruhi stabilitas energi dunia, khususnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Ketegangan tersebut berdampak pada jalur strategis Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Gangguan distribusi di jalur tersebut berpotensi memicu lonjakan harga energi global.

Sejumlah lembaga energi internasional bahkan memperkirakan konflik tersebut dapat mengganggu pasokan minyak global hingga 8 juta barel per hari, yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia hingga di atas 100 dolar AS per barel.

Meski demikian, pemerintah memastikan ketersediaan energi nasional tetap aman menjelang Lebaran.

Cadangan BBM di terminal penyimpanan disebut telah ditingkatkan hingga sekitar 12 persen di atas konsumsi normal untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

Azhar menilai momentum mudik Lebaran menjadi ujian penting bagi ketahanan transportasi dan energi nasional. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari pengelolaan lalu lintas, kesiapan moda transportasi, hingga distribusi BBM di jalur mudik.

“Perang di Timur Tengah menunjukkan bahwa ketahanan energi nasional harus menjadi perhatian strategis. Dalam konteks mudik Lebaran, stabilitas pasokan BBM menjadi faktor yang tidak bisa dipisahkan dari kelancaran transportasi,” ujarnya.

Azhar Adam yang juga Sekretaris Badan Saksi Nasional Partai Golkar ini mengajak masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta memanfaatkan transportasi publik guna mengurangi kepadatan lalu lintas selama periode mudik dan arus balik.

“Dengan kesiapan pemerintah, dukungan operator transportasi, serta kesadaran masyarakat, kita berharap mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman,” pungkasnya.

Baca Juga: Siapa Rismon Sianipar? Pakar Forensik Digital yang Kini Akui Ijazah Jokowi Asli

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.