Pasbata Beri Bantuan dan Dukungan untuk Bocah di Gunungkidul yang Putus Sekolah demi Rawat Orang Tua

AKURAT.CO Pasukan Bawah Tanah (Pasbata) Prabowo wilayah Gunungkidul mendatangi rumah Ahmad Tri Efendi, anak berusia 10 tahun di Jeruken, Girisekar, Panggang, yang terpaksa putus sekolah demi merawat kedua orang tuanya yang sakit.
Dalam kunjungan tersebut, Pasbata memberikan dukungan nyata, baik moril maupun materiil, kepada Fendi dan keluarganya. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok seperti beras, minyak, dan berbagai kebutuhan harian lainnya.
Rombongan Pasbata juga bertemu langsung dengan Slamet, ayah Fendi, untuk memberikan semangat serta mendorong agar Fendi tetap bisa melanjutkan pendidikannya di tengah kondisi keluarga yang sulit.
Baca Juga: Bulog Gaspol Salurkan Bantuan Pangan ke 32 Juta Keluarga Jelang Lebaran 2026
Efendi diketahui merawat ibunya yang lumpuh akibat stroke dan gangguan saraf, serta ayahnya yang juga mengalami gangguan saraf. Di usia yang masih belia, dia menjalani hari-hari dengan penuh tanggung jawab, mulai dari memberi minum hingga menjaga ibunya hingga larut malam.
Ketua DPC Pasbata Prabowo Gunungkidul, Martin, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam melihat kondisi tersebut.
"Kami hadir untuk Efendi. Jangan sampai ada anak Indonesia yang kehilangan masa depan hanya karena kondisi keluarga. Ini panggilan kemanusiaan," ujar Martin dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).
Pasbata Prabowo Gunungkidul juga mendorong agar Fendi bisa kembali bersekolah, dan menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait. "Kami siap membantu mencarikan solusi terbaik, baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan keluarganya," lanjutnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga telah menyatakan komitmen untuk membantu Fendi kembali bersekolah melalui pendekatan khusus, serta memastikan kedua orang tuanya mendapat penanganan kesehatan yang layak.
Ketua RT setempat, Wahono, menyebut Fendi sempat bersekolah. Namun saat naik dari kelas satu ke kelas dua, kondisi ibunya memburuk, dari kebutaan hingga gangguan saraf yang berujung lumpuh.
Baca Juga: Gagal Dapat Bantuan Negara Lain, Militer AS Serang Situs Rudal Iran di Dekat Selat Hormuz
"Karena ibunya sakit, Fendi berhenti sekolah. Tidak ada support dari orang tua karena keduanya sakit," jelas Wahono.
Ayah Fendi juga mengalami gangguan saraf yang membatasi geraknya. Dalam kondisi itu, Fendi menjadi yang paling aktif merawat ibunya. "Fendi itu selalu merawat ibunya, memegangi, memberi minum. Kehadirannya bisa membuat ibunya tersenyum," tambahnya.
Berbagai upaya telah dilakukan agar Fendi kembali sekolah, mulai dari keluarga, pihak sekolah, hingga warga. Bahkan, ada tawaran sekolah gratis di panti asuhan di Bantul. Namun Fendi menolak karena tak ingin jauh dari ibunya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









