Akurat
Pemprov Sumsel

Prabowo Tegaskan Pasukan Perdamaian Indonesia Bukan untuk Melucuti Senjata Hamas

Moehamad Dheny Permana | 20 Maret 2026, 17:27 WIB
Prabowo Tegaskan Pasukan Perdamaian Indonesia Bukan untuk Melucuti Senjata Hamas
Presiden Prabowo Subianto

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan ide pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza, Palestina, bukan untuk melucuti senjata Hamas. Meski saat ini rencana pengiriman pasukan tengah ditangguhkan (on hold) karena ketegangan antara Iran dan Israel-AS.

Dia menjelaskan, sejumlah hal mendasar terkait rencana pengiriman pasukan perdamaian tersebut. Hal pertama adalah perjuangan Indonesia sejak dulu, yakni membela kemerdekaan Palestina.

"Saya menjalankan perjuangan bangsa Indonesia dari dulu. Kita selalu membela kemerdekaan Palestina. Saya selalu katakan, dalam pembicaraan saya dengan tokoh-tokoh barat, kita akan ikut (Board of Peace/BoP) dan kita siap kirim pasukan perdamaian, asal saya bilang semua pihak setuju keterlibatan Indonesia," kata Prabowo dalam diskusi bersama jurnalis dan pakar, dikutip Jumat (20/3/2026).

Baca Juga: Board of Peace Tidak Wajibkan Iuran, Indonesia Pilih Kontribusi Lewat Pasukan Perdamaian

Dia menjelaskan, persetujuan terpenting terkait pengiriman pasukan perdamaian Indonesia adalah dari para tokoh Palestina. Kedua, persetujuan dari semua negara mayoritas muslim di BoP, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir.

Prabowo juga menegaskan, syarat utama lain dari pengiriman pasukan perdamaian ini adalah persetujuan dari Hamas. "Dan, saya juga mengatakan, de facto, Hamas harus menerima kita. Itu saya sampaikan. Karena we want to be a peacekeeping force," tegas Prabowo.

Penegasan tersebut sebagai sebuah pilihan yang memang diberikan untuk setiap anggota BoP. Prabowo menjelaskan, BoP memberikan kesempatan kepada setiap negara sesuai dengan batasan nasional (national caveats). Artinya, keberatan-keberatan nasional boleh dihormati.

Mengenai national caveats ini, Prabowo mencontohkan, setiap negara berhak ikut maupun tidak ikut terhadap agenda BoP. Dalam kaitan ini, Indonesia memilih untuk berkontribusi pada pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza.

Dan dalam pilihan ini, Prabowo menegaskan Indonesia tak akan berkonfrontasi dengan Hamas. "National caveats. Kita tegas, kita tidak mau terlibat dalam aksi militer terhadap Hamas," ujarnya.

Indonesia juga menegaskan tidak mau terlibat dalam pengambilan atau pelucutan senjata Hamas. Sebab, Indonesia komitmen untuk menjaga rakyat sipil dari serangan mana pun.

Baca Juga: Di Forum Board of Peace, Prabowo Tegaskan Kesiapan RI Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Namun, karena terjadi perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran, maka rencana pengiriman pasukan perdamaian itu ditangguhkan (on hold). Penangguhan tersebut juga dilakukan setelah melakukan sejumlah konsultasi dengan banyak pihak.

"Itu komitmen kita. Setelah terjadi perang begini, kita konsultasi, tapi de facto-nya adalah everything on hold. Ya, saya sudah umumkan," katanya.

Indonesia berencana mengirim hingga 8.000 personel TNI ke Gaza, Palestina, untuk misi perdamaian dan stabilisasi kemanusiaan. Pasukan ini dipersiapkan untuk bergabung dengan International Stabilization Force (ISF). Meskipun persiapan sudah dilakukan oleh TNI AD, pengiriman masih menunggu mandat resmi PBB dan situasi yang kondusif.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.