Kehadiran Prabowo di Sumatera Saat Lebaran Jadi Bukti Rehabilitasi Pascabencana Tetap Prioritas

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, memberi perhatian besar terhadap percepatan penanganan penyintas serta rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan sejak jauh hari Presiden Prabowo sudah berniat untuk salat idulfitri bersama pengungsi di daerah bencana. Sebab, Presiden ingin berbagi rasa solidaritas dalam perayaan Lebaran bersama pengungsi bencana di Sumatera.
"(Sebenarnya) ada beberapa tempat yang kami siapkan, tapi beliau memilih tempat yang ada pengungsinya, yaitu masjid di huntara yang dibangunkan Danantara. Alhamdulilah kita tahu semua berjalan dengan lancar," kata Tito, dikutip Minggu (22/3/2026).
Baca Juga: Prabowo: Pemulihan Pascabencana Hampir 100 Persen, Warga Sudah Keluar dari Tenda
Dia mengatakan, kehadiran Presiden Prabowo di tengah- tengah penyintas bencana pada momen Lebaran, merupakan bukti jika Presiden tidak sedikit pun mengurangi perhatian perkembangan rehabilitasi di tiga daerah terdampak, yang saat ini mulai menunjukkan progres signifikan di berbagai indikator.
"Ini adalah atensi beliau yang luar biasa di momentum yang sangat suci di bulan Ramadan, dan beliau malaksanakan salat idulfitri bersama- sama dengan pengungsi di Aceh Tamiang sebagai simbol," ujarnya.
Menurutnya, Presiden Prabowo selalu ingin menyempatkan hadir bersama penyintas pascabencana pada perayaan momen penting masyarakat, sebagaimana yang dilakukan Prabowo sewaktu merayakan pergantian tahun 2026 bersama penyintas pascabencana di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara.
Selain itu, Presiden Prabowo juga memberi apresiasi kepada seluruh lintas sektor yang sudah bekerja keras melakukan rehabilitasi dan rekontruksi di segala sektor.
Sehingga daerah terdampak kembali pulih dari segi infrastrukrtur fisik, listrik, pasokan BBM dan layanan dasar seperti fasilitasi kesehatan dan pendidikan, serta mulai bangkitnya aktivitas jual beli di pasar.
"Beliau (Presiden Prabowo) memberikan apresiasi karena sudah mendekati normalitas. Kami akan terus bekerja untuk menyelesiakan beberapa persoalan lain, (seperti) mempermanenkan jalan, jembatan dan sungai yang harus kita normalisasi, fasilitas pendidikan juga harus dibereskan," ucapnya.
Baca Juga: Prabowo: Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang Hampir Rampung
Sebagai langkah lanjut, pemerintah akan melakukan percepatan relokasi sisa pengungsi yang hari ini tersisa 26 kepala keluarga di tenda pengungsian di Aceh Tamiang, agar segera menempati hunian layak.
Selagi merampungkan infrastruktur dasar, Satgas PRR juga akan mempercepat rehabilitasi tambak dan sawah warga yang rusak akibat banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Aceh, Sumut, hingga Sumbar.
"Kita juga akan bekerja keras juga untuk proses yang berikutnya yaitu Huntap baik yang insitu oleh BNPB dan yang komunal yang kompleks. Saya sudah rapat berkali- kali dengan Menteri PKP. Setelah Lebaran akan kita eksekusi," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









