Akurat
Pemprov Sumsel

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Pemerintah Percepat Pembersihan Lumur dan Rehabilitasi Sawah

Ayu Rachmaningtyas | 29 Maret 2026, 14:12 WIB
Pemulihan Pascabencana Sumatera, Pemerintah Percepat Pembersihan Lumur dan Rehabilitasi Sawah
Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian. (Satgas PRR)

AKURAT.CO Pemerintah terus mempercepat penanganan pembersihan lumpur akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera, untuk memulihkan aktivitas masyarakat serta memastikan fasilitas publik dapat kembali berfungsi normal.

Selain itu, pemerintah juga mendorong rehabilitasi lahan sawah yang rusak akibat bencana, untuk menjaga pasokan beras dan mempercepat pemulihan kehidupan petani.

Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mencatat progres signifikan pembersihan lumpur di tiga provinsi terdampak, dengan lokasi terbanyak di Provinsi Aceh.

Baca Juga: Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

"Total 476 lokasi yang menjadi target pembersihan, sebanyak 396 lokasi telah berhasil dibersihkan, sementara 80 lokasi lainnya masih dalam proses pengerjaan," kata Tito, dikutip Minggu (29/3/2026).

Sementara di Sumut, dari total 24 lokasi yang menjadi target pembersihan, sebanyak 20 lokasi telah berhasil dibersihkan, sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan. Adapun di Sumbar, proses pembersihan lumpur telah rampung sepenuhnya di 29 lokasi terdampak telah tuntas dibersihkan 100 persen.

Dia menuturkan, capaian pembersihan lumpur ini juga sejalan dengan progres lahan sawah yang berhasil direhabilitasi.

Berdasarkan data Satgas PRR 28 Maret, dari total 42.702 hektare sawah yang menjadi sasaran rehabilitasi sawah di tiga provinsi terdampak, sebanyak 991 hektare telah berhasil direhabilitasi, sementara 5.333 hektare masih dalam proses penanganan.

Di Provinsi Aceh dari 31.464 hektare sawah yang menjadi sasaran rehabilitasi, sebanyak 42 hektare sawah berhasil direhabilitasi. Sementara, di Sumut dari 7.336 hektare sawah yang menjadi sasaran rehabilitasi, sebanyak 170 hektare berhasil direhabilitasi.

Sedangkan di Sumbar, dari 3.902 hektare sawah yang menjadi sasaran rehabilitasi, sebanyak 779 hektare berhasil direhabilitasi.

Baca Juga: Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

Sebelumnya, Tito mengungkapkan pembersihan lumpur menjadi fokus utama pemerintah untuk mempercepat pemulihan di sejumlah titik terdampak.

"Lumpur ini menjadi problem yang paling utama di lowland (dataran rendah). Kita sudah mencatat tim ini merekap di mana saja titik-titiknya. Kita memiliki titiknya, jumlahnya lebih kurang 445 di tiga provinsi. Yang sudah diselesaikan di Sumatera total semuanya itu lebih kurang 84 persen, tinggal 16 persen lagi," jelasnya.

Selain itu, pihaknya sedang berusaha menormalisasi sungai di tiga provinsi terdampak yang penuh dengan sedimentasi lumpur. "Normalisasi sungai sangat penting untuk mencegah banjir susulan dan mendukung irigasi untuk sawah dan tambak warga," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.