Akurat
Pemprov Sumsel

Panglima TNI Beri Kenaikan Pangkat Luar Biasa dan Santunan Ahli Waris Prajurit yang Gugur di Lebanon

Putri Dinda Permata Sari | 1 April 2026, 20:57 WIB
Panglima TNI Beri Kenaikan Pangkat Luar Biasa dan Santunan Ahli Waris Prajurit yang Gugur di Lebanon
Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto

AKURAT.CO Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, melayat ke rumah duka Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Kampung Cikendal, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Rabu (1/4/2026). 

Kunjungan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus kepedulian terhadap prajurit yang gugur dalam tugas negara. Agus menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon.

"Turut berduka cita mendalam, prajurit terbaik TNI yang sedang melaksanakan misi perdamaian di wilayah Lebanon," ujar Agus.

Baca Juga: Sahroni: Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke Puspom TNI Sudah Sesuai Prosedur

Tak hanya menyampaikan belasungkawa, Panglima TNI juga memastikan negara hadir untuk keluarga yang ditinggalkan. TNI akan memberikan berbagai hak kepada prajurit yang gugur, termasuk Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) serta santunan bagi ahli waris.

"Kami akan memberikan haknya kepada prajurit yang gugur. Pertama kami memberikan KPLB kepada seluruhnya (prajurit yang gugur di Lebanon), kemudian hak yang lain dari ASABRI akan diberikan Rp350 juta," ungkapnya.

Selain santunan, perhatian terhadap masa depan keluarga prajurit juga menjadi prioritas. Dia memastikan anak-anak almarhum akan mendapatkan beasiswa serta jaminan pendidikan hingga dewasa.

"Dan beasiswa untuk anaknya Rp30 juta, lalu sekolah akan diperhatikan sampai besar. Kemudian gaji 12 bulan akan diberikan 100 persen. Serta tabungan hari tua dihitung dari mulai berdinas," jelasnya.

Baca Juga: Gibran Desak PBB Usut Tuntas Kematian 3 Prajurit TNI di Lebanon

Diketahui, serangan pertama terhadap tentara perdamaian terjadi pada Senin (30/3/2026) pagi di sekitar wilayah Adchit al-Qusayr, Lebanon selatan. Saat itu, markas UNIFIL tiba-tiba terkena ledakan proyektil di tengah situasi saling serang antara militer Israel dan Hizbullah.

Serangan ini menewaskan satu prajurit TNI dan melukai tiga lainnya. Salah satu korban luka bahkan dilaporkan dalam kondisi kritis dan harus mendapatkan perawatan intensif.

Belum lama setelah kejadian tersebut, insiden kedua kembali terjadi di wilayah Bani Haiyyan. Sebuah kendaraan milik UNIFIL hancur akibat ledakan. Dalam kejadian ini, dua prajurit Indonesia gugur, sementara dua lainnya mengalami luka-luka.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.