Akurat
Pemprov Sumsel

Kenapa Harga Plastik Naik? Ternyata Ini Penyebab Bahan Baku di Indonesia Mulai Mahal

Putri Chandra | 6 April 2026, 13:03 WIB
Kenapa Harga Plastik Naik? Ternyata Ini Penyebab Bahan Baku di Indonesia Mulai Mahal
Ilustrasi, kenapa harga plastik naik di Indonesia. (Gemini)

AKURAT.CO Pertanyaan kenapa harga plastik naik di Indonesia mulai menjadi perbincangan masyarakat, karena belakangan ini masyarakat merasa uang belanja cepat habis.

Penyebab utama kenaikan harga plastik adalah adanya konflik di Timur Tengah yang kian memanas, pasokan bahan baku plastik dunia jadi terhambat.

Dampak dari konflik tersebut yang langsung terasa di masyarakat Indonesia, mulai dari harga bungkus makanan, kosmetik, hingga obat-obatan ikut meroket.

Stok bahan baku plastik dunia jadi sulit didapatkan. Dampaknya, harga bahan dasar plastik dari minyak bumi mulai melambung sampai 45% dalam waktu sebulan.

Baca Juga: Harga Plastik Naik Drastis, Ini 7 Pengganti yang Lebih Murah untuk Pedagang

Pengusaha makanan dan minuman harus menghadapi kenyataan kalau harga kemasan plastik mereka naik drastis hingga 50%, sementara pabrik-pabrik kimia kini hanya bisa pasrah sambil bertahan hidup.

Bukan cuma perusahaan besar, pedagang kecil juga kena dampaknya. Banyak dari mereka yang terpaksa merelakan keuntungannya berkurang demi menjaga harga tetap murah di mata pembeli.


Kenapa Harga Plastik Naik di Indonesia?

Kenapa harga plastik bisa naik begitu cepat? Sekretaris Jenderal Inaplas, Fajar Budiono, telah membeberkan alasannya.

Ternyata, plastik dibuat dari Nafta, yaitu bahan yang dihasilkan dari pengolahan minyak bumi. Masalahnya, sekitar 70% stok Nafta dunia berasal dari kawasan Timur Tengah.

Kondisi diperparah oleh memanasnya konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang menyebabkan Selat Hormuz, jalur pengiriman energi paling vital di dunia, terpaksa ditutup.

Baca Juga: Cara Menjaga Konsistensi Produk agar Bisnis Kecil Tetap Berkembang dan Dipercaya

Akibatnya, distribusi bahan baku ke industri petrokimia jadi lumpuh total. Karena kita sangat bergantung pada pasokan dari sana, tak heran jika efek domino perang ini langsung memukul harga plastik di pasar Indonesia dalam waktu singkat.

“Sekarang akibat perang kan terus yang pertama Selat Hormuz kan ketutup sehingga bahan baku berupa nafta yang 70 persen itu datangnya dari Middle East jadi tidak bisa terkirim ke para industri petrokimia,” kata Fajar.

Krisis ini ternyata bukan cuma soal macetnya pengiriman, tapi juga rusaknya fasilitas produksi. Konflik yang meluas membuat fasilitas kilang minyak di Arab Saudi dan negara-negara Teluk ikut menjadi sasaran serangan. Alhasil, produksi Nafta pun merosot tajam.

Ketika jalur distribusi tersumbat dan pabrik pengolahannya terganggu, industri petrokimia pun terjebak dalam ketidakpastian besar. Menariknya, fenomena ini tidak hanya menghantam Indonesia, tapi juga menjadi krisis global.

Inilah alasan kuat mengapa harga plastik naik di seluruh dunia secara serentak, memaksa industri manufaktur di berbagai negara untuk bersiap menghadapi situasi terburuk.


Harga Plastik Per April 2026

Kenaikan harga plastik di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan bagi para pelaku usaha kecil. Harga satu pak kantong plastik yang dulunya cuma Rp10.000, sekarang melonjak jadi Rp15.000.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.