Pemerintah Segera Buat Rencana Induk Pembangunan Pascabencana Sumatera dalam 3 Tahun

AKURAT.CO Pemerintah akan membuat rencana induk (renduk) untuk pemulihan pascabencana hidrometeorologi di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyatakan renduk tersebut akan disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) selama tiga tahun ke depan.
Menurutnya, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, seperti normalisasi sungai, perbaikan lahan pertanian dan tambak, serta pembangunan infrastruktur permanen. Pemerintah memperkirakan proses pemulihan secara menyeluruh akan berlangsung hingga tiga tahun ke depan.
Baca Juga: Rehabilitasi Pascabencana Sumatra, BP BUMN Dorong Penguatan Tata Kelola Kawasan Hutan
"Ini luas sekali dan kompleks masalahnya, sehingga dibuatkan renduk, rencana induk oleh Bappenas untuk 3 tahun," kata Tito usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri Tim Pengarah Satgas PRR Pascabencana di Provinsi Aceh, Sumut, dan Sumbar, dikutip Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, pemulihan daerah terdampak diukur melalui sejumlah indikator, mulai dari fungsi pemerintahan, infrastruktur jalan dan jembatan, layanan kesehatan dan pendidikan, aktivitas ekonomi masyarakat, serta pemenuhan kebutuhan dasar seperti listrik, air bersih, dan jaringan komunikasi.
"Kami melihat bahwa untuk di Sumatera Barat relatif paling cepat ya, karena dari 19 kabupaten/kota, 16 terdampak itu, 13 kabupaten/kota itu pemerintah dan pemerintahan maupun masyarakatnya berjalan relatif lancar," jelasnya.
Selain itu, sebagian besar daerah di Sumatera Utara juga menunjukkan kemajuan signifikan, meskipun masih terdapat beberapa wilayah yang membutuhkan perhatian khusus. Sementara di Aceh, sejumlah daerah telah mendekati kondisi normal, tetapi beberapa lainnya masih memerlukan penanganan intensif, seperti Aceh Tamiang.
Baca Juga: Mendagri Tito Turunkan 768 Praja IPDN ke Aceh Tamiang, Fokus Bersihkan Lumpur Pascabencana
Dalam aspek penanganan pengungsi, pihaknya memastikan progres positif, termasuk pembangunan hunian sementara (huntara) dan rencana pembangunan hunian tetap (huntap). Dia menekankan pentingnya percepatan pembangunan huntap agar masyarakat tidak terlalu lama tinggal di huntara.
Dia pun mengapresiasi sinergi berbagai pihak yang terus bekerja tanpa henti di lapangan. Dia mencontohkan respons cepat penanganan infrastruktur oleh Kementerian Pekerjaan Umum, yang langsung turun tangan saat terjadi gangguan akses jalan.
"Huntap adalah menjadi prioritas yang paling penting, kemudian juga nanti hal-hal yang sangat urgen, seperti jembatan, jalan, yang itu memang menjadi jalan utama," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







