Akurat
Pemprov Sumsel

Prabowo Sindir Kalangan Terdidik Penderita Inferiority Complex

Putri Dinda Permata Sari | 11 April 2026, 20:18 WIB
Prabowo Sindir Kalangan Terdidik Penderita Inferiority Complex
Presiden Prabowo dalam pembukaan Munas XVI IPSI 2026-2030 di Jakarta, Sabtu (11/4/2026). (Youtube Setpres)

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih adanya mentalitas rendah diri di kalangan masyarakat Indonesia.

Saat membuka Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Presiden Prabowo menyebut bahwa sebagian masyarakat, khususnya kalangan terdidik, masih cenderung lebih mengagungkan hal-hal yang berasal dari negara lain.

"Sempat kita alami suatu saat di mana golongan berpendidikan dari rakyat kita terkesima oleh semua yang bersumber dari luar negeri. Semua yang bersumber dari asing kita terkesima. Sehingga ini agak mempengaruhi kekuatan jiwa dan kekuatan semangat bangsa kita," katanya di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (11/4/2026).

Presiden Prabowo bahkan menyebut fenomena tersebut sebagai bentuk inferiority complex yang dapat melemahkan karakter bangsa.

"Terus terang saja terjadi, menurut pandangan saya, suatu sifat rendah diri yang dikatakan dalam bangsa Belanda itu minderwaardigheidscomplex, kompleks rendah diri. Dalam bahasa Inggris, inferiority complex. Di bawah sadar sebagian besar orang-orang berpendidikan di Indonesia lebih bangga dengan yang berasal dari luar Indonesia," jelasnya.

Baca Juga: Prabowo: Pencak Silat Cerminkan Kepribadian Bangsa Indonesia

Menurut Presiden Prabowo, pencak silat dan budaya nasional harus menjadi alat untuk membangun kembali rasa percaya diri bangsa.

"Saudara-saudara, IPSI salah satu tonggak yang sangat penting. Saya terima kasih, saya bangga sekian tahun saudara tetap mendukung saya. Bersama-sama telah kita pertahankan kebanggaan budaya kita,” ucapnya.

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kebanggaan terhadap identitas budaya, termasuk dalam penggunaan pakaian tradisional.

"Kita bangga pakai teluk belanga, kita bangga pakai kopiah, kita bangga pakai sarung, kita bangga pakai songket. Ini budaya kita," katanya.

Presiden Prabowo mengingatkan bahwa bangsa besar adalah yang dapat menghargai budaya dan leluhurnya sendiri.

Baca Juga: Prabowo: Pencak Silat Membentuk Generasi Muda Disiplin dan Tangguh

"Bangsa yang besar, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati, bangsa yang menghormati budayanya sendiri, bangsa yang menghormati orang tuanya, leluhurnya," ujarnya.

Nilai-nilai tersebut tercermin dalam tradisi pencak silat yang menjunjung tinggi penghormatan kepada guru dan sesepuh.

"IPSI, semua perguruan, hormat kita adalah hormat leluhur kita. Kita tidak malu-malu kalau ketemu guru, ketemu sesepuh, ketemu siapa pun kita hormat," pungkas Presiden Prabowo.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.