Dave Laksono: Kerja Sama Pertahanan RI–AS Perkuat Kapasitas Militer dan Diplomasi Strategis

AKURAT.CO Komisi I DPR RI menilai, kerja sama Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) antara Indonesia dan Amerika Serikat sebagai langkah strategis untuk memperkuat pertahanan nasional sekaligus memperluas kerja sama militer.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mengatakan, kerja sama tersebut penting untuk memastikan kesiapan Tentara Nasional Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
“Ini merupakan langkah untuk memperkuat pertahanan, diplomasi militer, serta memastikan perkembangan TNI selaras dengan dinamika geopolitik dan kemajuan teknologi dalam menjaga kedaulatan negara,” ujar Dave di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama kerja sama tersebut adalah penguatan teknologi pertahanan, meski tidak terbatas pada aspek tersebut saja.
“Ini menjadi salah satu jalur untuk membuka peluang kerja sama lain di bidang pertahanan yang lebih luas,” tambahnya.
Baca Juga: Gibran Dorong Industri Gim Jadi Pilar Baru Ekonomi Kreatif Nasional
Selain itu, Dave menegaskan bahwa kerja sama internasional juga sejalan dengan upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang selama ini dilakukan pemerintah dengan berbagai negara mitra.
“Modernisasi alutsista terus berjalan, baik melalui pembelian pesawat tempur dari Amerika Serikat, Prancis, maupun kerja sama dengan Turki dan negara lainnya,” jelasnya.
DPR memandang, melalui kerja sama seperti MDCP, Indonesia tidak hanya memperkuat kapasitas pertahanan, tetapi juga membuka peluang transfer teknologi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor militer.
Sebagai informasi, Indonesia dan Amerika Serikat sepakat membentuk Major Defense Cooperation Partnership pada April 2026 untuk memperkuat hubungan pertahanan dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Kerangka kerja ini mencakup modernisasi militer, pelatihan profesional, serta peningkatan intensitas latihan bersama.
Kesepakatan ini juga menjadi bagian dari penguatan hubungan bilateral setelah sebelumnya kedua negara menandatangani perjanjian dagang resiprokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









