Lewat Sekolah Rakyat, Anak Pengemudi Ojol Bermimpi Bisa Kuliah di AS dan Jadi Data Analyst

AKURAT.CO Akbar Varel Areva (17), anak seorang pengemudi ojek online, kini kembali memiliki harapan baru berkat Sekolah Rakyat yang dibuka pemerintah.
Akbar yang sempat putus sekolah karena keterbatasan ekonomi, kini merasa lega karena Sekolah Rakyat hadir sebagai program yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Saat ini, Akbar duduk di kelas 1 Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Bekasi, Jawa Barat. Dia kembali memupuk mimpinya untuk menjadi seorang Data Science Analyst.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Surabaya Capai 45 Persen, Menteri PU Target Rampung 20 Juni 2026
Siswa yang berasal dari Bantar Gebang ini mengaku ingin melanjutkan pendidikan ke Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat (AS), salah satu perguruan tinggi terkemuka dunia di bidang sains dan teknologi.
Akbar mengaku menemukan kembali arah dan cita-citanya setelah bersekolah di SRMA 13 Bekasi. Sekolah Rakyat membantunya mengenali bakat dan minat yang belum pernah dia sadari sebelumnya.
"Sebelum saya masuk SR ini kan ada tes bakat. Dari tes itu ternyata saya lebih condong ke bidang Explorer, Strategizer, dan Analyzer," kata Akbar saat ditemui, dikutip Kamis (16/4/2026).
Para guru dan sesama murid SRMA Bekasi turut memperkuat motivasi Akbar mengejar cita-cita. Dukungan dari lingkungan sekitar membuatnya semakin bersemangat.
"Cita-cita saya yang ingin menjadi Data Science Analyst itu didukung terus oleh guru saya, begitu juga teman-teman saya yang terus memotivasi saya. Guru juga di sini memfasilitasi dalam berbagai hal, seperti pendidikan, kemudian akses internetnya juga," imbuhnya.
SRMA 13 Bekasi pun menyediakan kegiatan ekstrakurikuler robotika, bagi siswa yang memiliki minat di bidang sains dan teknologi seperti Akbar.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Selamatkan Julio dari Pergaulan Bebas, Kini Lebih Disiplin dan Penuh Kasih Sayang
"Untuk mencapai impian saya, saya terus mempelajari hal-hal yang saya butuhkan ke depannya. Seperti saya mempelajari dasar pemrograman, algoritma, kemudian saya juga mengikuti ekstrakulikuler robotik yang membantu perkembangan diri saya," kata Akbar.
Siswa peraih medali nasional di bidang Olimpiade Matematika ini, juga menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat membantu meringankan beban ekonomi keluarganya. Sebab, seluruh biaya pendidikannya ditanggung oleh pemerintah. Berbagai fasilitas pendidikan pun dinikmati secara gratis.
Dia juga menuturkan bahwa sistem asrama di Sekolah Rakyat membentuk kedisiplinan serta menanamkan nilai empati dan kebersamaan di antara para siswa. "Di SR ini juga tidak ada yang memiliki status senioritas atau apa pun. Jadi semuanya sama rata. Karena di SR ini prinsipnya, cerdas bersama, tumbuh setara," tutup Akbar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








