Cak Imin Didorong Masuk sebagai Bursa Caketum PBNU pada Muktamar NU ke-35

AKURAT.CO Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, nama Muhaimin Iskandar mulai didorong masuk dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dukungan tersebut disampaikan oleh tokoh internal NU yang sebelumnya terlibat dalam wacana Muktamar Luar Biasa (MLB).
Ketua Panitia Pra-MLB NU, Mas Muhammad Maftuch, secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Cak Imin. “Saya menyatakan harapan, doa dan dukungannya kepada Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin atau Gus Muhaimin sebagai Calon Ketua Umum PBNU,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Maftuch menilai pengalaman panjang Cak Imin di panggung politik nasional menjadi modal penting untuk memimpin organisasi keagamaan terbesar di Indonesia. Ia menyebut rekam jejak lebih dari dua dekade telah membentuk kematangan politik yang dibutuhkan dalam mengelola organisasi sebesar NU.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU ke-35, Muncul Lima Poros Paslon, Siapa Terkuat?
“Gus Muhaimin (Cak Imin) merupakan salah satu figur politik yang telah menempuh perjalanan panjang di panggung nasional. Dengan berbagai pengalaman lebih dari 27 tahun berkiprah di dunia politik, tentu ia sudah melewati berbagai fase, dinamika, serta asam garam kekuasaan dan politik,” kata dia.
Menurut Maftuch, Cak Imin dinilai telah mencapai puncak karier politik, sehingga sudah saatnya mengambil peran yang lebih luas di ranah keumatan. Ia bahkan mendorong agar Cak Imin meninggalkan politik praktis jika serius maju sebagai calon ketua umum PBNU.
“Gus Muhaimin telah mencapai fase puncak sebagai seorang politisi, sehingga sudah waktunya mengambil peran yang lebih reflektif dan substantif, bukan lagi elektoral,” ujarnya.
Selain faktor pengalaman, Maftuch juga menekankan kedekatan historis Cak Imin dengan NU. Ia menyebut latar belakang genealogis sebagai cucu ulama pendiri NU menjadi nilai tambah tersendiri.
“Secara historis dan genealogis, Gus Muhaimin juga memiliki ikatan kuat dengan NU. Beliau merupakan cicit dari KH Bisri Syansuri,” katanya.
Ia menegaskan, perpindahan dari dunia politik ke kepemimpinan organisasi keagamaan bukanlah kemunduran, melainkan bentuk pengabdian yang lebih luas bagi umat.
Sementara itu, PBNU memastikan persiapan Muktamar ke-35 terus berjalan dan kini memasuki tahap pematangan. Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, menyatakan panitia kecil telah dibentuk untuk menyiapkan kebutuhan teknis pelaksanaan.
Baca Juga: PWNU Jatim Ancam Mosi Tidak Percaya Jika PBNU Tak Gelar Muktamar Agustus 2026
“Persiapan menuju Muktamar NU ke-35 terus berjalan dan kini memasuki tahap pematangan,” ujarnya.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026, meski lokasi pelaksanaan masih dalam pembahasan internal PBNU.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








