Akurat Logo

Kiai Rembang Ingatkan Muktamar Harus Bersih dari Politik Praktis

Lufaefi | 29 April 2026, 09:08 WIB
Kiai Rembang Ingatkan Muktamar Harus Bersih dari Politik Praktis
Logo Nahdlatul Ulama (Instagram @nuonline)

AKURAT.CO Pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi As-Syar’iyati (MIS) Sarang, Rembang, Achmad Rosikh Roghibi, mengingatkan agar pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama dijauhkan dari kepentingan politik praktis dan kepentingan ekonomi kelompok tertentu.

Ia menegaskan, muktamar merupakan forum sakral yang menentukan arah organisasi, sehingga seluruh keputusan harus berpihak pada kepentingan umat.

“NU ini berdiri di atas fondasi perjuangan para ulama. Kalau Muktamar sudah disusupi kepentingan politik dan kepentingan materi, maka arah perjuangan NU akan menyimpang dari khittahnya,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Baca Juga: Jelang Muktamar NU ke-35, Muncul Lima Poros Paslon, Siapa Terkuat?

Rosikh juga mendorong agar kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali dipegang oleh dzuriyah muassis atau keturunan pendiri NU. Menurutnya, faktor genealogis tersebut tidak sekadar simbolik, tetapi berkaitan dengan tanggung jawab moral dalam menjaga nilai-nilai dasar organisasi.

“Sudah saatnya PBNU kembali dipimpin oleh dzuriyah muassis yang memahami betul ruh perjuangan NU. Ini bukan soal eksklusivitas, tapi soal menjaga kesinambungan nilai dan amanah para pendiri,” katanya.

Ia menilai masuknya kepentingan politik praktis berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap NU serta menggerus karakter keulamaan yang menjadi fondasi organisasi sejak awal berdiri.

“NU ini didirikan oleh para ulama dengan niat ibadah, bukan untuk kepentingan politik sesaat atau mencari ‘cuan’. Kalau Muktamar sudah dicampuri kepentingan seperti itu, maka ruh keulamaannya akan luntur,” ujarnya.

Baca Juga: PWNU Jatim Ancam Mosi Tidak Percaya Jika PBNU Tak Gelar Muktamar Agustus 2026

Rosikh menekankan pentingnya mengembalikan marwah PBNU sebagai representasi dunia pesantren. Menurut dia, kepemimpinan NU harus tetap berlandaskan nilai keilmuan, akhlak, dan kemandirian ulama dalam menjaga arah perjuangan organisasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi