Biruni Foundation Luncurkan Program Teman Biruni Bahagia untuk Wujudkan Anak Indonesia Cerdas dan Bahagia

AKURAT.CO Aksi nekat anak-anak yang mengakhiri hidup akibat berbagai sebab, salah satunya ketidakmampuan keluarga secara ekonomi, menjadi pengingat bahwa tekanan yang dihadapi anak bisa datang dari hal-hal yang tampak sederhana, namun berdampak besar.
Melihat kondisi dalam tiga tahun terakhir, isu kesehatan mental anak di Indonesia pun semakin sering muncul ke permukaan. Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, 46 kasus bunuh diri anak pada 2023, 43 kasus pada 2024, dan 26 kasus pada 2025.
Di balik angka-angka itu, ada cerita tentang anak-anak yang berhadapan dengan tekanan yang sering kali tidak terlihat oleh orang dewasa di sekitarnya.
Baca Juga: Dosa Besar Menyiksa Anak Kecil di Balik Pengasuhan Daycare dalam Pandangan Islam
Tekanan itu tidak datang dari satu arah. Mulai dari kondisi ekonomi keluarga, lingkungan sekolah yang belum tentu aman, hingga beban emosional yang sering kali tidak memiliki ruang untuk disampaikan.
Di tengah berbagai tekanan tersebut, ada satu hal yang sering luput dari perhatian—kebutuhan paling dasar anak yang belum sepenuhnya terpenuhi, termasuk asupan gizi.
Padahal menurut UNICEF Indonesia (2023), pemenuhan gizi yang baik pada anak usia sekolah berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, kemampuan belajar, serta kesehatan jangka panjang.
Ketika anak kekurangan nutrisi, dampaknya tidak hanya terasa pada fisik, tetapi juga pada konsentrasi dan kestabilan emosi mereka.
Berangkat dari pemahaman tersebut, Biruni Foundation kembali menginisiasi program #TemanBiruniBahagia sebagai bentuk kepedulian untuk Teman Biruni yang terdiri dari anak disabilitas, anak yatim piatu dan anak yang berada di ekonomi menengah ke bawah.
Dukungan yang diberikan Biruni Foundation berupa paket bahan makanan bergizi, perlengkapan belajar, hingga buku cerita dan alat menggambar.
Baca Juga: Wamenaker Dorong Kolaborasi Lintas Kementerian, Industri Tembakau Diminta Tak Dianaktirikan
Melalui program ini, Biruni Foundation merangkul 160 anak yang berada di Jakarta dan sekitarnya, seperti kawasan kolong jembatan Manggarai, kawasan kober Jatinegara, PAUD Seruni Pasar Minggu, Sisi Baik Depok, dan Taman Bacaan Perigi.
Tak sampai disitu, Biruni Foundation juga merangkul anak-anak disabilitas yang tersebar di berbagai daerah—mulai dari Aceh, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
Founder Biruni Foundation, Taradea, mengatakan bahwa program ini bukan tentang besarnya bantuan, melainkan tentang kehadiran yang tulus bagi Teman Biruni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







