Kasus Penganiayaan Anak Kembali Terjadi, Pemerintah Harus Audit Seluruh Daycare

AKURAT.CO Setelah viral kasus penganiayaan anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, kini kasus serupa kembali terjadi di Daycare Baby Preneur, Aceh. Pemerintah pun diminta untuk melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh daycare.
Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, mengecam keras terjadinya penganiayaan terhadap anak di daycare yang dinilainya sebagai tragedi kemanusiaan.
"Pertama, mengutuk keras atas kasus kekerasan dan penganiayaan terhadap anak di day care Yogyakarta, dan terbaru di Aceh. Ini tragedi kemanusiaan yg tidak bisa ditolerir," ujar Yahya saat dihubungi Akurat.co, Rabu (29/4/2026).
Baca Juga: Pemkot Banda Aceh Tutup Operasional Daycare Baby Preneur Usai Terungkap Aksi Penganiayaan Balita
Politisi Partai Golkar itu menekankan pentingnya pengawasan ketat dari pemerintah daerah, termasuk audit terhadap aspek perizinan, kelayakan fasilitas, hingga kualitas sumber daya manusia yang bekerja di daycare.
"Kedua, meminta pemerintah daerah, dinas sosial, untuk melakukan pengawasan secara ketat, termasuk melakukan audit perizinan, kelayakan fasilitas dan kualitas SDM," katanya.
Menurutnya, masih banyak daycare yang beroperasi tanpa izin serta mempekerjakan tenaga pengasuh yang tidak memiliki kompetensi dan pengalaman yang memadai. Selain itu, banyak daycare yang hanya mencari keuntungan tanpa diikuti pelayanan dan fasilitas yang baik.
Yahya mengingatkan bahwa lemahnya pengawasan dapat membuka ruang terjadinya kekerasan terhadap anak, sehingga audit menyeluruh menjadi langkah mendesak untuk memastikan keamanan dan kualitas layanan daycare di Indonesia.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Banda Aceh memutuskan menutup operasional Daycare Baby Preneur setelah mencuat kasus dugaan penganiayaan terhadap balita berusia 18 bulan yang kini tengah dalam penyelidikan aparat.
Baca Juga: Dosa Besar Menyiksa Anak Kecil di Balik Pengasuhan Daycare dalam Pandangan Islam
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, menegaskan langkah penutupan dilakukan sebagai respons atas kasus yang menimbulkan perhatian luas publik. "Untuk daycare yang bersangkutan akan kami tutup," kata Afdhal di Banda Aceh, Rabu (29/4/2026).
Manajemen Daycare Baby Preneur telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, dan menyatakan bahwa terduga pelaku telah diberhentikan serta diserahkan kepada aparat penegak hukum.
Penanganan kasus kini dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Banda Aceh. Sejauh ini, penyidik telah memeriksa enam orang saksi, termasuk pihak yayasan, serta mengamankan terduga pelaku berinisial DS (24).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









