Jimly Temui Prabowo Lapor Soal Hasil Kajian Reformasi Polri

AKURAT.CO Jajaran Komisi Percepatan Reformasi Polri menemui Presiden Prabowo Subianto, untuk menyampaikan hasil kajian dan evaluasi institusi Polri, di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshidiqie, mengatakan ada banyak hal yang akan dilaporkan dalam pertemuan bersama Presiden sore ini. Namun dia masih enggan membocorkan apa saja rekomendasi dan poin-poinnya.
"Banyak (laporannya). Nanti saja, nanti saya laporkan apa saja yang setuju apa yang tidak," ujar Jimly kepada awak media.
Pada kesempatan yang sama, Komisi Percepatan Reformasi Polri, Ahmad Dofiri, juga menyampaikan hal yang senada. Laporan pertama akan disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo, sehingga dia enggan membocorkan apa yang menjadi substansi dari hasil kajiannya.
"Belum bisa (saya sampaikan). Kesepakatan kita semua di komisi, setelah melapor Presiden baru, setelah itu bisa," ucap Dofiri.
Sebelumnya, Jimly menyampaikan bahwa Komisi Percepatan Reformasi Polri telah menyelesaikan kajian dan laporannya lebih dari dua bulan yang lalu. Saat ini, pihaknya masih menanti jadwal untuk bisa bertemu langsung dengan presiden.
"Sudah selesai kami kerjanya, tinggal nunggu waktu Presiden," tutur Jimly kepada awak media di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Meski sudah selesai, dia memastikan bahwa hasil kajian tersebut belum sampai ke tangan Presiden Prabowo karena adanya kesepakatan bahwa laporan tersebut tidak akan disampaikan secara tertulis.
Baca Juga: Korlantas Polri Soroti Minimnya Edukasi dan Risiko Kendaraan Listrik di Perlintasan Kereta
Komisi Percepatan Reformasi Polri bersepakat bahwa hasil kajian tersebut akan disampaikan secara langsung melalui tatap muka guna menghindari kebocoran informasi.
Dia menduga bahwa pertemuan akan digelar dalam waktu dekat, karena Presiden Prabowo telah selesai menjalankan rangkaian kunjungannya ke Eropa.
"Karena ada usul supaya jangan diserahkan secara tertulis nanti bocor. Nanti kita tunggu waktu, saya sudah janji terakhir sesudah pulang dari Rusia dan Prancis akan segera dijadwalkan. Kita tunggu saja sabar, tapi yang jelas kami sudah selesai sudah dua bulan yang lalu," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







