Cetak Generasi Cerdas dan Bermoral Kuat, Pemerintah Perkuat Pendidikan Pancasila untuk Anak Sekolah

AKURAT.CO Pemerintah melalui Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menunjukkan keseriusannya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga memiliki karakter moral yang kuat.
Hal tersebut diwujudkan melalui berbagai program, salah satunya penguatan Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila.
Pancasila di sekolah kini tidak lagi hanya soal menghafal butir-butir sila, melainkan tentang bagaimana nilai-nilai tersebut dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Megawati Serukan Reformasi PBB, Hapus Hak Veto dan Dorong Pancasila Jadi Landasan Dunia
"Pancasila merupakan meja statis yang mewadahi berbagai keberagaman, sekaligus menjadi jiwa bangsa dan pedoman hidup bersama untuk mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur," ujar Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, di Sleman, dikutip Kamis (7/5/2026).
Dia menerangkan, buku teks utama yang mulai diterapkan memiliki pendekatan yang sangat berbeda. Jika sebelumnya pendidikan kewarganegaraan didominasi oleh teori, buku baru pendidikan Pancasila ini dirancang agar lebih aplikatif.
"Berbeda dengan pendekatan sebelumnya, BTU memadukan 30 persen aspek pengetahuan dan 70 persen praktik aktualisasi. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dibiasakan dalam perilaku sehari-hari untuk membentuk karakter pancasilais," jelasnya.
Sebanyak 24 judul buku untuk jenjang SD hingga SMA telah dirampungkan oleh BPIP bersama Kemendikbudristek. Kehadiran buku ini juga sekaligus mengisi kekosongan materi sejarah kelahiran Pancasila, yang sempat vakum sejak era Reformasi 1998.
Baca Juga: BPIP Apresiasi Pemkab Banyumas Punya Perda Pendidikan Pancasila demi Wujudkan Generasi Emas 2045
Pemerintah Kabupaten Sleman menyambut hangat inisiatif ini. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menilai penguatan karakter ini sangat relevan dengan kearifan lokal masyarakat Sleman yang kental dengan budaya gotong royong.
"Masyarakat berkarakter Pancasila adalah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai ‘Manunggaling Kawula lan Gusti’ sebagai harmoni antara pemimpin dan rakyat, yang diwujudkan melalui semangat gotong royong, toleransi, saling menghormati, serta cinta tanah air," tutur Danang.
Dengan adanya buku teks ini, para guru di Sleman diharapkan dapat menjadi pendamping yang efektif bagi siswa untuk menumbuhkan sikap toleransi dan kepedulian sosial sejak dini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal




