Regenerasi Jadi Kunci Keberlanjutan UMKM Wedang Uwuh di Yogyakarta

AKURAT.CO Regenerasi menjadi tantangan penting bagi UMKM tradisional di tengah perkembangan pasar modern. Hal ini berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia, inovasi produk, dan strategi keberlanjutan usaha berbasis komunitas.
Keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh produk yang berkualitas, tetapi juga oleh kemampuan sumber daya manusianya dalam mempertahankan nilai tradisional sambil beradaptasi dengan inovasi dan teknologi.
"Kolaborasi antara generasi muda dan perajin senior menjadi fondasi penting untuk menciptakan usaha yang berkelanjutan," kata Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Betania Kartika, dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: Dorong UMKM, Kemenperin Hadirkan Layanan Halal di Ambon
Untuk itu, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengadakan program pengabdian masyarakat bertajuk 'Transformasi SDM UMKM Wedang Uwuh melalui Pengembangan Keterampilan Produksi, Inovasi, dan Keberlanjutan Usaha' di Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul.
Kegiatan ini melibatkan 30 peserta yang terdiri dari pemuda desa, anggota keluarga pelaku usaha, dan pegawai senior UMKM Wedang Uwuh.
Dia menyatakan, dalam pelaksanaan program tersebut, para tim pengabdian menemukan sejumlah persoalan yang dihadapi pelaku UMKM Wedang Uwuh.
"Permasalahan tersebut meliputi ketergantungan pada perajin senior, belum adanya standar baku produksi yang membuat kualitas produk tidak konsisten, hingga keterbatasan inovasi produk," jelasnya.
Kondisi itu dinilai menjadi tantangan bagi keberlanjutan usaha Wedang Uwuh sebagai produk unggulan daerah, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan pasar. Karena itu, untuk menjawab persoalan tersebut, tim pengabdian melaksanakan sejumlah pelatihan terintegrasi.
"Kegiatan dimulai dengan pelatihan regenerasi SDM melalui praktik langsung peracikan Wedang Uwuh. Dalam sesi ini, pegawai senior bertindak sebagai mentor bagi peserta muda," ujarnya.
Baca Juga: Menko PM: KUR dan Kredit UMKM Tumbuh Positif, Pemerintah Terus Perkuat Akses Permodalan dan Pasar
Selain itu, tim juga menyusun dan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi guna menjaga konsistensi kualitas produk.
Pelatihan inovasi produk juga dilakukan dengan fokus pada pengembangan variasi kemasan dan bentuk produk yang lebih praktis sesuai kebutuhan pasar modern. Pemanfaatan teknologi sederhana turut diperkenalkan, seperti penggunaan timbangan digital dan smartphone untuk dokumentasi serta pembuatan konten pemasaran digital.
"Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan peserta, baik dari kalangan muda maupun pegawai senior. Program ini juga menghasilkan SOP produksi sebagai pedoman baku dan memperkuat proses transfer pengetahuan antar generasi," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








