Hasan Nasbi Bicara Duduk Persoalan Bakom dengan New Media: Karena Ada yang Menulis Kata Merekrut

AKURAT.CO Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, menjelaskan duduk persoalan antara homeless atau new media dengan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Hasan menilai banyaknya homeless media yang mengeluarkan pernyataan sikap karena adanya kesalahpahaman dan pemberitaan di sejumlah media.
Hasan menegaskan bahwa apa yang disampaikan Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, adalah mitra, bukan merekrut new media sebagai bagian dari Bakom RI.
"Yang jadi soal itu adalah kenapa ada media menuliskan kata-kata merekrut," ujar Hasan dalam wawancara di Kompas TV, dikutip Jumat (8/5/2026).
Hasan menilai kata mitra yang disampaikan Qodari adalah hal yang biasa sebagaimana Bakom RI memperlakukan media-media mainstream pada umumnya.
Sehingga, wajar jika ada homeless media yang marah ketika ada pihak-pihak yang menyalahartikan kata mitra dan megganti dengan kata rekrut.
"Wajar mereka tersinggung bilang direkrut. Emangnya kalau misalnya kita ngajak diskusi Kompas TV, diundang ke Bakom, emang boleh orang lain memberitakan bahwa Kompas TV sudah direkrut? Kan Enggak. Ini kan kayak kolaborasi biasa, kolaborasi dengan media, kolaborasi dengan homeless media," tuturnya.
Hasan menegaskan bahwa homeless atau new media juga memiliki harga diri dan independensi yang harus mereka jaga. Menurutnya, hubungan Bakom dengan media mainstream dan new media hanyalah sebatas kolaborasi.
Pada satu sisi, Bakom RI memberikan akses bagi media untuk mendapatkan penjelasan rutin dari istana, di sisi lain Bakom juga berkepentingan untuk menjangkau secara luas media-media agar informasi yang disampaikan bisa diterima masyarakat dengan cepat, benar dan akurat.
"Dan pemerintah punya kepentingan lah. Sebanyak mungkin ada channel, kanalisasi kanal, yang paham dan mendapatkan pesan langsung dari pemerintah. Lalu nanti mereka beritakan dengan pandangan yang benar, bukan menyalin dari tangan kedua, tangan ketiga yang mungkin saja sudah bias," jelasnya.
Baca Juga: Bakom RI Berkolaborasi dengan New Media Perkuat Komunikasi Kebijakan Pemerintah
Sebelumnya, sejumlah new media secara beramai-ramai mengeluarkan pernyataan sikap pasca namanya disebut oleh Qodari dalam konferensi pers di Bakom RI.
Pernyataan sikap dikeluarkan diantaranya oleh Narasi, Bapak2ID, Ngomongin Uang, Volix Media, GNFI dan masih banyak lagi. Mereka menegaskan bahwa tidak memiliki keterkaitan apapun dengan Bakom RI.
Adapun, daftar new media yang disebut Qodari sebagai mitra diantaranya Folkative, Indozone, Dagelan, Narasi, Indomusikgram, Infipop, Muslimvlog, Ussfeeds, Bapakbapak.ID, Menjadi Manusia, GNFI, Creativox, Kok Bisa, Taubatters, Pandemic Talks, Kawan hawa, Ngomongin Uang, Big Alpha, Good States, Hai Dulu, Proud Project, Vibes, Unframed, Kumpul Leaders, CXO Media, Volix Media, How To Do Nothing, Everless Media, Geometry Media, Folks Diary, Dream, Melodi Alam, NKTSHI, Modestalk, Lead Media, Nalar TV, Mahasiswa dan Jakarta, North West, dan Mature Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








