Akurat Logo

Swasembada Pangan Tak Cukup Diukur dari Stok Beras, Harga dan Distribusi Juga Harus Terjaga

Putri Dinda Permata Sari | 11 Mei 2026, 18:24 WIB
Swasembada Pangan Tak Cukup Diukur dari Stok Beras, Harga dan Distribusi Juga Harus Terjaga
Ilustrasi beras.

AKURAT.CO Capaian cadangan beras nasional tembus lebih dari 5 juta ton. Capaian ini harus menjadi fondasi untuk menjaga stabilitas harga pangan, dan memperkuat ketahanan nasional.

Anggota Komisi II DPR Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menilai swasembada pangan tidak cukup hanya diukur dari besarnya stok di gudang, tetapi juga dari kemampuan negara menjaga distribusi dan memastikan harga tetap stabil di tengah masyarakat.

"Rakyat tidak merasakan angka 5 juta ton. Rakyat merasakan harga di warung," kata Azis dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).

Baca Juga: Harga Beras Naik Dua Pekan, Zona 3 Tembus Rp20 Ribu

Dia menjelaskan, stok beras nasional yang dikelola Perum Bulog saat ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding dua tahun terakhir. Selain itu, serapan gabah dan beras dari petani dalam negeri hingga April 2026 disebut telah mencapai sekitar 2,3 juta ton setara beras.

Di sisi lain, produksi nasional juga mengalami kenaikan menjadi sekitar 34,69 juta ton pada 2025 atau meningkat lebih dari 13 persen dibanding tahun sebelumnya.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan mulai terbentuknya rantai pasok pangan nasional yang lebih kuat dan terintegrasi, mulai dari produksi petani, penyerapan Bulog, hingga distribusi ke masyarakat.

"Ketika negara membeli, petani berani menanam. Ketika petani menanam, produksi meningkat. Ketika produksi meningkat, Bulog menyerap. Ketika Bulog menyerap, stok nasional menguat," ujarnya.

Dia mengatakan, hasil peninjauan anggota Fraksi Gerindra ke berbagai gudang Bulog di sejumlah daerah menunjukkan stok beras relatif aman untuk kebutuhan enam hingga sepuluh bulan ke depan. Bahkan di beberapa wilayah, kapasitas gudang sudah penuh dan membutuhkan tambahan ruang penyimpanan.

Menurut Azis, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa mayoritas cadangan beras nasional kini berasal dari hasil produksi petani dalam negeri, bukan bergantung pada impor.

Baca Juga: Prabowo: Indonesia Kini Dihormati Dunia karena Tak Lagi Impor Beras dan Jagung

"Temuan lapangan di berbagai gudang Bulog di seluruh Indonesia menunjukkan bahwa stok beras saat ini aman, kuat, dan secara dominan berasal dari hasil serapan produksi petani dalam negeri," katanya.

Meski demikian, Azis mengingatkan swasembada beras tidak berhenti pada peningkatan produksi dan stok. Pemerintah juga harus memastikan sistem distribusi dan logistik berjalan efektif, agar harga pangan tetap terkendali di berbagai daerah.

Dia menilai, banyak negara memiliki produksi pangan besar, tetapi gagal menjaga stabilitas harga karena lemahnya tata kelola distribusi dan rantai pasok.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.