Akurat Logo

Kemenkes Optimistis Program Cek Kesehatan Gratis Jangkau 130 Juta Peserta

Ayu Rachmaningtyas | 12 Mei 2026, 22:17 WIB
Kemenkes Optimistis Program Cek Kesehatan Gratis Jangkau 130 Juta Peserta
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono. (Akurat.co/Ayu Rachmaningtyas)

AKURAT.CO Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, menyebut Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus mengalami peningkatan jumlah peserta.

Dante mengatakan program tersebut pada tahun lalu mampu menjangkau sekitar 70 juta peserta. Sementara hingga Mei 2026, jumlah peserta telah mencapai sekitar 20 juta orang.

Ia pun optimistis angka tersebut terus meningkat hingga mencapai 120–130 juta peserta pada akhir tahun.

“Kalau saya nggak salah sekarang sekitar 20 jutaan. Mudah-mudahan tahun ini kita bisa tambah terus-terus naik. Mudah-mudahan bisa sampai 120-130 juta lah tahun ini,” kata Dante saat ditemui dalam kunjungan mengejar anak zero dose vaksinasi di Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026).

Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan dalam program CKG menunjukkan masalah kesehatan yang dominan berbeda-beda berdasarkan kelompok usia.

Pada masyarakat umum, persoalan kesehatan yang paling banyak ditemukan antara lain hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, kurang aktivitas fisik, serta karies dentis atau gigi berlubang.

“Yang menempati urutan itu ya hipertensi, kolesterol, obesitas, aktivitas fisik kurang, karies dentis atau gigi berlubang. Itu masalah-masalah yang ditemukan banyak di CKG,” ujarnya.

Baca Juga: Grace Natalie Merasa Tidak Pernah Ada Masalah dengan JK

Sementara itu, pada kelompok anak sekolah, masalah kesehatan yang paling dominan ditemukan adalah karies dentis.

“Untuk anak sekolah yang paling banyak itu karies dentis, gigi berlubang. Makanya program kita dengan CKG ini setelah kita punya data untuk melakukan optimalisasi perencanaan program,” jelasnya.

Menurut Dante, data dari program CKG nantinya akan digunakan pemerintah untuk memperkuat perencanaan program kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini.

Ia menilai manfaat program CKG memang belum dapat dirasakan dalam waktu singkat.

Namun, dalam jangka panjang program tersebut diyakini mampu menekan angka penyakit tidak menular apabila masyarakat rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Nanti teman-teman akan lihat 5-10 tahun lagi angka penyakit jantung akan turun, stroke akan turun, kemudian diabetes akan turun, gagal ginjal akan turun,” tutur Dante.

Meski demikian, pelaksanaan CKG di sejumlah wilayah masih menghadapi tantangan akses, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (DTPK).

Dante mencontohkan pelaksanaan program di wilayah kepulauan Sulawesi yang mengharuskan petugas menggunakan perahu untuk menjangkau masyarakat di pulau-pulau kecil.

“CKG-nya pakai perahu datang ke pulau-pulau. Itu di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Di daerah Papua juga masih sulit karena aksesnya juga terbatas,” katanya.

Ia menegaskan biaya pemeriksaan kesehatan yang ditanggung pemerintah melalui program CKG cukup besar.

Baca Juga: Marak Akun Palsu dan Konten AI Wajah Anak, Alyssa Daguise Beri Teguran Keras: It's So Weird!

Menurut dia, setiap peserta bisa mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan senilai Rp2 juta hingga Rp3 juta.

“Bayangkan, ini Bapak Presiden sudah melakukan dan menginvestasi itu untuk seluruh masyarakat di Indonesia yang mau melakukan CKG. Jadi jangan disia-siakan untuk melakukan CKG,” tegas Dante.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.