Kedekatan Prabowo dengan Pemimpin Dunia Jadi Modal Strategis Diplomasi Indonesia

AKURAT.CO Hubungan personal Presiden RI Prabowo Subianto dengan sejumlah pemimpin dunia, dinilai menjadi modal strategis bagi Indonesia dalam memperkuat kerja sama internasional.
Selain memiliki hubungan erat dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Prabowo juga menjalin komunikasi yang baik dengan sejumlah pemimpin negara besar lainnya.
"Kita semua mengetahui bahwa ada hubungan personal yang sangat kuat antara kedua kepala negara, dan kita tahu bahwa modal sosial itu tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan modal-modal yang lain, baik itu modal ekonomi maupun modal politik," kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, dalam konferensi pers PT Danantara Sumberdaya Indonesia, di Jakarta, Minggu (31/5/2026).
Baca Juga: Pulang dari Prancis, Prabowo Bawa Kesepakatan Rp57 Triliun dan Kemitraan Strategis Baru
Qodari menyebut, Presiden Prabowo memiliki kemampuan membangun hubungan dengan berbagai kekuatan global yang sering kali memiliki kepentingan berbeda.
"Bapak Presiden Prabowo adalah figur yang unik, mungkin satu-satunya di dunia yang bisa memiliki hubungan yang sangat baik dengan kekuatan-kekuatan besar adidaya," ujarnya.
Dia mencontohkan hubungan baik Prabowo dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, hingga Presiden China Xi Jinping. Modal diplomasi tersebut akan memberikan manfaat bagi Indonesia, dalam menghadapi dinamika global saat ini maupun di masa mendatang.
Baca Juga: Momen Hangat Prabowo di Paris, Sempat Foto Bareng Pengawal Prancis Sebelum Pulang ke RI
Selain memperkuat hubungan antarnegara, kunjungan Prabowo ke Prancis juga diarahkan untuk memperluas kerja sama di bidang pertahanan, pendidikan, energi, dan pengelolaan mineral kritis.
Kerja sama pertahanan tidak hanya berfokus pada pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga transfer teknologi agar Indonesia dapat meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi pertahanan nasional.
Sementara di bidang pendidikan, pemerintah mendorong penguatan kerja sama sektor STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









