Akurat Logo

Profil Silmy Karim: Perjalanan Karier, Harta Kekayaan, hingga Kasus yang Menyeret Namanya

Putri Chandra | 4 Juni 2026, 13:49 WIB
Profil Silmy Karim: Perjalanan Karier, Harta Kekayaan, hingga Kasus yang Menyeret Namanya
Profil Silmy Karim. (Universitas Trisakti)

AKURAT.CO Profil Silmy Karim sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) menjadi perhatian publik setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namanya disebut dalam kasus dugaan korupsi terkait pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) di lingkungan Kantor Imigrasi Jakarta Barat.

Kasus ini mencuat setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang berkaitan dengan dugaan praktik pemerasan dalam layanan keimigrasian.

Nama Silmy Karim kemudian masuk dalam penyelidikan dan menjadi salah satu pihak yang dicari oleh penyidik.

Baca Juga: Surplus 12 Persen, Pemerintah Siap Serap Telur Lewat Bantuan Pangan

Pada Rabu malam, 3 Juni 2026, Silmy mendatangi Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Di luar kasus yang tengah menjeratnya, Silmy Karim dikenal sebagai pejabat yang memiliki pengalaman panjang di bidang pemerintahan, industri pertahanan, dan keimigrasian.

Perjalanan kariernya yang cukup panjang membuat profil Silmy Karim banyak dicari masyarakat, terutama setelah namanya menjadi sorotan dalam kasus hukum yang sedang ditangani KPK.


Profil Silmy Karim

Silmy Karim merupakan seorang ekonom dan pejabat pemerintahan yang lahir di Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada 19 November 1974. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Trisakti pada tahun 1997.

Selain dikenal memiliki latar belakang di bidang ekonomi dan manajemen, Silmy Karim juga memiliki keahlian dalam bidang pertahanan, khususnya terkait industri pertahanan nasional.

Baca Juga: Rupiah Melemah 7,44 Persen, BI Andalkan Intervensi dan LCT

Pengalaman dan pengetahuannya di sektor ini diperoleh melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan, baik di dalam maupun luar negeri.

Atas prakarsa tokoh pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, membuat Silmy mendapatkan kesempatan untuk mendalami pendidikan militer dan pertahanan di sejumlah lembaga internasional bergengsi.

Beberapa di antaranya adalah NATO School di Jerman, Harvard University, serta Naval Postgraduate School di Amerika Serikat.

Pendidikan tersebut memperluas pemahamannya mengenai strategi pertahanan, manajemen keamanan, dan kerja sama internasional.


Perjalanan Karier Silmy Karim

Sepanjang kariernya, Silmy Karim telah menduduki berbagai posisi strategis di lingkungan pemerintahan, pertahanan, dan investasi, antara lain:

  • Anggota Tim Supervisi Transformasi Bisnis TNI (2007–2008)

  • Anggota Tim Nasional Pengalihan Aktivitas Bisnis TNI (2008–2009)

  • Staf Ahli Bidang Kerja Sama dan Hubungan Antar Lembaga Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) (2010–sekarang)

  • Anggota Tim Pengendali Aktivitas Bisnis TNI (2010–2011)

  • Staf Khusus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) (2010–2011)

  • Anggota Tim Pakar Manajemen Pertahanan Kementerian Pertahanan (2010–2014)

  • Anggota Dewan Analis Strategis Badan Intelijen Negara (BIN) (2013–2015)

  • Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (2022–2024)

  • Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (2024–sekarang)


Harta Kekayaan Silmy Karim

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2025, total kekayaan bersih yang dimiliki Silmy Karim mencapai sekitar Rp234,59 miliar.

Jumlah tersebut berasal dari total aset senilai Rp243,59 miliar setelah dikurangi utang sebesar Rp8,99 miliar.

Sebagian besar kekayaannya berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp184,02 miliar dan tersebar di beberapa lokasi, terutama di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Selain aset properti, Silmy juga memiliki dana tunai dan setara kas sekitar Rp31 miliar. Ia tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp11,39 miliar, surat berharga sebesar Rp8,69 miliar, serta aset kendaraan dan mesin dengan nilai total sekitar Rp8,47 miliar.

Dalam laporan tersebut, Silmy Karim juga memiliki sejumlah koleksi kendaraan. Untuk kendaraan roda dua, ia tercatat memiliki dua motor Harley-Davidson keluaran tahun 1998 dan 2003.

Sementara itu, koleksi mobil yang dimilikinya meliputi Jeep CJ7 tahun 1988, Mercedes-Benz 280E tahun 1979, Toyota Land Cruiser tahun 1981, Jeep Wrangler tahun 1996, hingga Mercedes-Benz G63 keluaran 2022.

Dari seluruh kendaraan yang tercantum dalam LHKPN, Mercedes-Benz G63 menjadi kendaraan dengan nilai tertinggi, yang diperkirakan mencapai sekitar Rp6 miliar.

Koleksi kendaraan tersebut menunjukkan minat Silmy terhadap mobil klasik maupun kendaraan premium modern.


Kesimpulan

Silmy Karim merupakan sosok yang memiliki rekam jejak panjang di lingkungan pemerintahan dan sektor pertahanan Indonesia.

Berbekal latar belakang pendidikan ekonomi serta pengalaman di berbagai jabatan strategis, ia sempat dipercaya memimpin Direktorat Jenderal Imigrasi sebelum menjabat sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Namun, di tengah perjalanan kariernya, namanya kini menjadi sorotan setelah terseret kasus dugaan korupsi yang tengah ditangani KPK.

Selain perjalanan kariernya, laporan harta kekayaan Silmy Karim juga turut menarik perhatian publik karena nilainya mencapai ratusan miliar rupiah dengan aset yang didominasi properti dan koleksi kendaraan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.