Koperasi Desa Merah Putih Jadi Pusat Ekonomi Desa, Tawarkan Minyakita dan LPG Lebih Murah

AKURAT.CO Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menyampaikan progres Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah beroperasi sebanyak 1.061 unit hingga 8 Juni 2026.
Kepala Bakom, Muhammad Qodari, menjelaskan, Koperasi Desa Merah Putih tersebar di dua provinsi yaitu 530 unit di Jawa Timur dan 531 unit di Jawa Tengah.
Pemerintah sendiri menargetkan pembangunan 80.000 unit KDKMP di seluruh Indonesia hingga 2029. Sekitar 72.000 unit masih dalam tahap pembangunan maupun pemetaan lahan.
Berdasarkan data PT Agrinas Pangan, sebanyak 20.000 titik ditargetkan dapat diresmikan pada Agustus yang akan datang.
"Perkembangan pembangunan pun terus berjalan berdasarkan data dari PT Agrinas Pangan Nusantara selaku pelaksana pembangunan KDKMP. Sebanyak 23.010 titik sedang dalam proses pembangunan dengan 12.232 titik di antaranya telah rampung secara fisik dan kini memasuki tahapan persiapan operasional," jelas Qodari, dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: Prabowo Optimistis Koperasi Merah Putih Bikin Desa Lebih Mandiri
Qodari mengatakan, Koperasi Desa Merah Putih dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi desa yang komprehensif dengan tiga peran utama yang saling melengkapi.
Dari sisi produksi, Koperasi Desa Merah Putih hadir sebagai off taker untuk hasil pertanian serta memastikan petani memiliki kepastian pasar tanpa ketergantungan pada tengkulak.
Sedangkan dari sisi distribusi, Koperasi Desa Merah Putih menjadi pelambung logistik desa, mendistribusikan barang bersubsidi maupun nonsubsidi hingga ke pelosok didukung kerja sama dengan PT Pos Indonesia.
"Dari sisi layanan, KDKMP berfungsi sebagai titik penyaluran bantuan sosial, pusat distribusi keuangan bersubsidi, sekaligus wadah pemberdayaan UMKM desa," ujarnya.
Qodari menekankan bahwa Koperasi Desa Merah Putih harus dapat bermanfaat untuk masyarakat. Ia mencontohkan Minyakita yang selama ini dijual seharga Rp21 ribu, maka di gerai Koperasi Desa Merah Putih dapat dijual dengan harga Rp15.700.
Baca Juga: Fungsi Koperasi bagi Ekonomi Masyarakat Indonesia
"Selisih Rp5.300 per pouch. Untuk Elpiji tiga kilogram biasanya dijual Rp20 ribu, dijual di KDKMP Rp16 ribu, sehingga selisihnya adalah Rp4 ribu," katanya.
Selisih harga tersebut diharapkan dapat menjadi stimulus ekonomi mikro yang nyata bagi jutaan keluarga di Indonesia.
"Setiap unit dilengkapi secara bertahap dengan gerai sembako, gudang logistik, layanan simpan pinjam dan fasilitas lainnya. Seluruh gerai beroperasi tiap hari pukul 8 hingga 17 WIB, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan," jelas Qodari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









